- Batuk
- Sesak napas
- Pneumonia akut
- Penurunan kadar oksigen
Pada fase ini, pasien biasanya membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
3. Serangan pada Otak (Ensefalitis)
Salah satu dampak paling berbahaya dari virus Nipah adalah radang otak atau ensefalitis. Jika ini terjadi, Anda dapat mengalami:
- Penurunan kesadaran
- Kejang
- Disorientasi
- Perubahan perilaku
- Koma dalam waktu 24–48 jam
Pada tahap ini, risiko kematian meningkat secara signifikan.
Komplikasi Jangka Panjang pada Penyintas
Tidak semua pasien virus Nipah meninggal. Namun, bagi Anda yang berhasil sembuh, komplikasi jangka panjang tetap mungkin terjadi, seperti:
- Gangguan neurologis permanen
- Kesulitan bicara dan bergerak
- Gangguan memori dan konsentrasi
- Kejang berulang
Dalam beberapa kasus, gejala ensefalitis bahkan dapat muncul kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah sembuh.
Apakah Virus Nipah Bisa Diobati?
Hingga saat ini, belum ada obat atau vaksin khusus untuk virus Nipah. Penanganan medis bersifat supportif, yaitu:
Baca Juga: Waspada Virus Nipah: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan yang Penting Diketahui
- Mengontrol gejala
- Menjaga fungsi pernapasan
- Mengurangi pembengkakan otak
- Perawatan intensif di ICU bila diperlukan
Karena keterbatasan pengobatan, pencegahan menjadi langkah paling krusial.
Cara Mencegah Infeksi Virus Nipah
Untuk melindungi diri Anda dari virus Nipah, berikut beberapa langkah pencegahan yang disarankan:
- Hindari konsumsi buah yang jatuh ke tanah atau terlihat bekas gigitan
- Jangan mengonsumsi nira kurma mentah
- Gunakan alat pelindung diri saat kontak dengan hewan
- Terapkan kebersihan tangan yang baik
- Hindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala infeksi
- Terapkan protokol kesehatan di fasilitas medis
Kesadaran dan edukasi masyarakat memegang peran penting dalam mencegah wabah.
Jika Anda terkena virus Nipah, dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Infeksi ini dapat dimulai dengan gejala ringan, namun berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan dan radang otak yang berpotensi fatal. Tingginya angka kematian serta belum tersedianya obat dan vaksin membuat virus Nipah menjadi ancaman serius bagi kesehatan global.
Oleh karena itu, memahami apa yang terjadi jika Anda terinfeksi virus Nipah adalah langkah awal untuk meningkatkan kewaspadaan. Dengan pencegahan yang tepat, edukasi yang memadai, dan respons medis yang cepat, risiko penyebaran dan dampak fatal virus ini dapat diminimalkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya
-
3 Skincare Anti Aging Maudy Ayunda untuk Atasi Penuaan Dini, Ada Efek Botox-nya
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Cek Link dan Cara Daftarnya!
-
Apakah Sepatu Skechers Bisa Dicuci di Mesin Cuci? Ini 4 Serie-nya yang Washable
-
Bibir Kering Sebaiknya Pakai Lip Cream Apa? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 45 Tahun
-
Dari Ruang Kelas ke Forum Dunia: Cara Pelajar Indonesia Dilatih Jadi Diplomat Muda
-
6 Lip Balm Mengandung SPF Cocok untuk Cuaca Kering dan Berangin
-
4 Rekomendasi Moisturizer Lokal Terbaik untuk Menjaga Kekencangan dan Elastisitas Kulit
-
7 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama, Awet Seharian Mulai Rp20 Ribuan
-
Jenis Lipstik Apa yang Tahan Lama? Intip 6 Pilihan dengan Harga Terjangkau