- Thailand waspada risiko virus Nipah, sementara India mengkarantina ratusan orang pasca lima kasus positif terkonfirmasi.
- Virus Nipah pertama terdeteksi 1998 di Malaysia dengan tingkat kematian tinggi dan inang alaminya adalah kelelawar buah.
- Penularan terjadi melalui kontak cairan tubuh, konsumsi buah terkontaminasi, dan tingkat fatalitas virus ini mencapai 75 persen.
Suara.com - Kewaspadaan tingkat tinggi kini menyelimuti Thailand menyusul risiko wabah virus Nipah, sebuah penyakit zoonosis mematikan yang ditularkan oleh kelelawar buah. Ancaman ini bukan isapan jempol, mengingat virus ini telah menyebar di sejumlah negara dan memiliki tingkat kematian yang tinggi.
Di India, situasi lebih genting. Otoritas kesehatan di Benggala Barat dilaporkan telah mengkarantina ratusan orang setelah konfirmasi lima kasus positif infeksi virus Nipah.
Yang mengkhawatirkan, dua perawat dan satu dokter termasuk di antara mereka yang terinfeksi, memicu kekhawatiran penularan di fasilitas kesehatan.
“Beberapa pasien berada dalam kondisi kritis, dan pasien lainnya menerima perawatan di bawah pengawasan ketat,” ungkap seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan India sebagaimana dilansir dari India Express, Senin (26/1/2026).
Lantas, apa sebenarnya virus Nipah dan seberapa besar ancamannya?
Mengenal Virus Nipah, Wabah Mematikan Sejak 1998
Menurut ahli virologi terkemuka, Prof Dr Yong Poovorawan dari Universitas Chulalongkorn, virus Nipah pertama kali terdeteksi pada wabah besar di Malaysia antara tahun 1998 dan 1999, yang kemudian menyebar hingga ke Singapura. Saat itu, tercatat ada 265 kasus dengan 108 di antaranya berakhir dengan kematian.
Awalnya, gejala utama yang diidentifikasi adalah demam tinggi dan ensefalitis atau radang otak. Kelelawar buah dipastikan menjadi inang alami atau pembawa virus mematikan ini.
Dari Kelelawar ke Manusia, Begini Cara Penularannya
Baca Juga: Bukan Virus Baru, Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Super Flu di Indonesia
Penyebaran virus Nipah memiliki beberapa jalur yang wajib diwaspadai. Berdasarkan temuan awal, virus ini berpindah dari kelelawar ke babi, sebelum akhirnya menginfeksi manusia yang melakukan kontak dengan babi tersebut.
"Buah yang terkontaminasi air liur kelelawar jatuh ke kandang babi. Penyakit itu kemudian menular di antara babi dan kemudian dari babi ke manusia," jelas Prof Dr Yong.
Namun, penularan juga bisa terjadi secara langsung dari kelelawar ke manusia. Konsumsi buah atau jus segar, terutama jus kurma segar yang telah terkontaminasi air liur kelelawar yang terinfeksi, menjadi salah satu rute penularan utama.
Setelah menginfeksi manusia, virus ini dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah, urine, atau air liur. Meski demikian, penularannya tidak semudah virus pernapasan.
"Tetapi kemungkinannya tidak besar, tidak seperti penyakit pernapasan seperti influenza dan Covid-19, yang menyebar luas," tulis Prof Dr Yong.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Berita Terkait
-
Bukan Virus Baru, Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Super Flu di Indonesia
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
Jun Ji Hyun Cs Terjebak di Gedung Terinfeksi Virus dalam Teaser Film Colony
-
Superflu Belum Ditemukan di Jakarta, Bagaimana Langkah Mitigasi Pemprov DKI?
-
Waspada! Ini 12 Gejala Super Flu pada Anak, Virus Mulai Merebak di Indonesia
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!
-
Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak
-
Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
10 Tahun Memprihatinkan, Prajurit TNI Kodim 0623 Cilegon dan Warga Perbaiki Musala di Langon
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Dugaan Awal Akibat Kecelakaan Taksi Listrik
-
KAI Commuter Terapkan Rekayasa Rute Pasca Tabrakan KA di Bekasi Timur, Ini Daftar Lengkapnya