- Pabrik sandal legendaris Swallow milik PT Garuda Mas Perkasa di Medan terbakar hebat pada Selasa malam, 27 Januari 2026.
- Swallow ikonik karena menggunakan karet alami berkualitas tinggi, desain klasik, dan harga terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.
- Merek yang diproduksi dua perusahaan ini pernah viral setelah dipakai oleh anggota grup K-Pop.
Suara.com - Bagi orang Indonesia, Swallow bukan sekadar alas kaki. Ia adalah simbol kesederhanaan, ketangguhan, dan teman setia dalam berbagai lapisan kegiatan, mulai dari pergi ke masjid hingga urusan dapur.
Namun belum lama ini, pabrik sandal legendaris Swallow yang berlokasi di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, mengalami kebakaran hebat.
Musibah itu terjadi pada Selasa malam, 27 Januari 2026. Kobaran api menghanguskan hampir seluruh area vital pabrik tersebut.
Jejak Dua Perusahaan di Balik Sandal Swallow
Pabrik Swallow di Medan yang terbakar itu dimiliki oleh PT Garuda Mas Perkasa yang didirikan Agus Djaja bersama tiga anaknya pada 1973.
Kala itu perusahaan masih berstatus usaha dagang (UD) dan pada 1984 status perusahaan menjadi berbadan hukum perseroan terbatas (PT).
Awalnya perusahaan itu memproduksi sandal jepit bermerek Swan dan Maruzen. Baru pada 1976, mereka memproduksi Swallow yang menjadi top of mind sandal jepit di Indonesia.
Sementara itu, PT Sinar Jaya Prakarsa, yang berbasis di Jakarta, juga merupakan produsen yang melahirkan merek Swallow.
Perusahaan itu didirikan pada 28 Februari 1987 di bawah kepemimpinan Amir Djohan sebagai pemilik sekaligus komisaris.
Baca Juga: Naik Yacht Mewah di Labuan Bajo, Sandal Jepit Nagita Slavina Bikin Salfok, Harganya Murah-meriah?
Mengapa Swallow Begitu Ikonik?
Swallow bukan pemain baru. Di tengah gempuran merek asing dan sandal berbahan plastik sintetis (EVA) yang lebih murah namun licin, Swallow tetap bertahan dengan formulasi karet alaminya.
Ada beberapa alasan mengapa merek ini sulit tergantikan:
Kualitas Karet Alami: Swallow menggunakan persentase karet alam yang tinggi. Hal ini membuatnya lebih berat, tidak licin saat terkena air, dan sangat awet alasnya tidak mudah menipis.
Desain Klasik: Desain putih dengan tali hijau, biru, atau merah adalah identitas visual yang melekat kuat di ingatan kolektif bangsa.
Harga Rakyat: Sejak dulu hingga kini, Swallow tetap mempertahankan harga yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, menjadikannya pilihan utama untuk alas kaki harian di rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
6 Shio Paling Hoki pada 17 Maret 2026, Siapa Saja?
-
7 Cara Membalas Ucapan Selamat Idulfitri dari Non-Muslim dengan Sopan
-
LDK PPI Tiongkok Region Utara 2026 Cetak Pemimpin Berjiwa SATSET
-
7 Ide THR Lebaran 2026 Selain Uang untuk Keponakan, Edukatif dan Bikin Makin Kreatif
-
Nastar Singkatan dari Apa? Begini Sejarah Unik Hingga Jadi Ikon Idulfitri
-
Intip Gaji Menteri dan Anggota DPR RI, Ada Wacana Bakal Dipangkas Presiden Prabowo
-
Benarkah Malam ke-27 Ramadan adalah Malam Lailatul Qadar? Simak Tanda-tandanya
-
Apa Itu Lemomo? Platform E-commerce Blind Box yang Mulai Ramai di Indonesia
-
16 Maret 2026 Tarawih Malam ke Berapa? Ini Keutamaannya
-
Restoran Hikiniku to Come Resmi Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hamburg Panggang di Meja