- Perubahan gaya hidup konsumen Indonesia mendorong permintaan furnitur fungsional dan hemat ruang di pasar domestik.
- Ekspor furnitur nasional memiliki potensi besar tumbuh signifikan di pasar global ratusan miliar dolar AS.
- Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect akan menyatukan ekosistem industri dari 23–27 September 2026 di Jakarta.
Suara.com - Cara orang Indonesia menata rumah sedang berubah. Hunian makin ringkas, ruang makin fleksibel, dan furnitur tak lagi sekadar pelengkap, tapi bagian dari gaya hidup. Di tengah tren itu, industri furnitur nasional justru menemukan momentumnya untuk naik kelas — bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di pasar global.
Data menunjukkan, ekspor mebel Indonesia terus menunjukkan potensi besar. Namun, di pasar furnitur dunia yang nilainya mencapai ratusan miliar dolar AS per tahun, porsi Indonesia masih tergolong kecil. Artinya, ruang untuk tumbuh masih sangat luas. Tantangannya kini bukan lagi sekadar produksi, melainkan bagaimana desain, material, dan manufaktur Indonesia bisa terhubung lebih kuat dengan selera dan jaringan pasar dunia.
Di sisi lain, pasar domestik ikut mendorong perubahan gaya hidup ini. Lonjakan pembelian rumah berukuran kecil di berbagai kota memicu kebutuhan akan furnitur yang lebih fungsional, hemat ruang, dan estetik. Bukan cuma Jakarta, kota-kota seperti Pekanbaru dan Pontianak pun menunjukkan pertumbuhan pasar properti yang signifikan. Hunian baru berarti kebutuhan baru — dari kursi kerja ergonomis untuk WFH, hingga furnitur modular yang bisa menyesuaikan ruang.
Furnitur kini berbicara tentang kenyamanan, identitas, dan cara hidup. Dan di titik inilah industri nasional mencoba menyambungkan potensi hulu—material dan teknologi—dengan hilir berupa desain dan pasar.
Momentum itu akan terlihat dalam gelaran Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect yang dijadwalkan berlangsung pada 23–27 September 2026 di NICE PIK 2 dan JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang ini mempertemukan ekosistem industri dari bahan baku, teknologi produksi, hingga produk furnitur jadi dalam satu platform terpadu.
“Dengan menyatukan material, manufaktur, dan furnitur dalam satu ekosistem terkoordinasi, Indonesia memperkuat efisiensi industrinya sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pusat manufaktur regional,” ujar Mathias Küpper, Managing Director dan Regional President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd.
Pameran ini bukan sekadar ruang transaksi bisnis. Ia menjadi titik temu antara produsen, desainer, pelaku UMKM, hingga pembeli internasional yang mencari produk dengan karakter kuat dan sentuhan lokal. Sekitar 800 peserta pameran dari puluhan negara ditargetkan hadir, bersama 15.000 pengunjung dari berbagai segmen industri.
Bagi pelaku furnitur dalam negeri, terutama UMKM, ajang ini membuka peluang untuk menembus pasar ekspor tanpa harus berjalan sendiri. Sekitar setengah peserta pada salah satu pameran di dalam rangkaian ini bahkan berasal dari pelaku usaha kecil dan menengah.
“Penyelarasan ini menyatukan berbagai platform industri utama sesuai dengan cara industri furnitur bekerja saat ini. Inisiatif ini mendukung pengembangan bisnis dan perluasan akses pasar melalui platform industri yang menyeluruh dari hulu ke hilir,” kata Dedy Rochimat, Ketua ASMINDO.
Baca Juga: Furnitur Masa Depan: Ketika Desain, Material, dan Keberlanjutan Bertemu
Lebih jauh, pergerakan ini mencerminkan perubahan wajah furnitur Indonesia. Bukan lagi hanya dikenal sebagai produsen bahan mentah atau produk massal, tetapi sebagai bagian dari percakapan global tentang desain, keberlanjutan, dan gaya hidup modern.
Ketika rumah menjadi pusat aktivitas — bekerja, beristirahat, hingga bersosialisasi — furnitur ikut naik peran menjadi elemen penting yang membentuk kualitas hidup. Lewat kolaborasi lintas sektor dan panggung internasional, furnitur Indonesia kini sedang menapaki jalur baru: dari ruang tamu lokal menuju etalase dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Super Kawaii! Koleksi Kaus Monchhichi Ini Siap Bikin Gaya Santai Makin Gemas
-
Alasan Thai Milk Tea dan Brown Sugar Milk Kini Jadi Favorit di Kalangan Anak Muda
-
Gusti Bhre Suguhkan Royal Dinner Mangkunegaran 2026: Sajian Kuliner Mewah Sarat Filosofi
-
Lifestyle Hub Baru di Gading Serpong, Hunian dan Kawasan Komersial yang Terintegrasi
-
4 Shio Paling Hoki 4 Mei 2026, Peluang Karier dan Rezeki Melesat
-
Urutan Skincare Glad2Glow Pagi dan Malam untuk Wajah Glowing
-
Berapa Skor TOEFL untuk LPDP? Kini Ada Tambahan Pembekalan dari TNI
-
Sunscreen Serum untuk Kulit Apa? Ini 4 Produk yang Mencerahkan Wajah dari Brand Lokal
-
5 Sampo untuk Menghitamkan Rambut di Indomaret, Solusi Praktis Tutupi Uban
-
5 Sepatu Lari Reebok Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan