Lifestyle / Komunitas
Minggu, 01 Februari 2026 | 16:56 WIB
Ilustrasi niat dan tata cara Padusan menyambut Puasa Ramadhan [dibuat dengan AI]

Suara.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, sebagian masyarakat Jawa masih setia menjalankan tradisi padusan. Ritual mandi bersama ini bukan sekadar kegiatan membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi simbol kesiapan diri baik secara fisik maupun batin untuk menyambut bulan penuh ampunan.

Hingga kini, padusan tetap lestari dan menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal terutama di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Lantas, apa sebenarnya padusan itu? Bagaimana niat, tata cara, waktu pelaksanaan, serta maknanya dalam menyambut Ramadhan? Simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Padusan?

Ilustrasi foto Padusan menyambut Puasa Ramadhan [dibuat dengan AI]

Secara etimologis, padusan berasal dari kata 'adus' dalam bahasa Jawa yang berarti mandi. Tradisi ini umumnya dilakukan sehari sebelum awal bulan Ramadhan, biasanya pada siang hingga sore hari. Masyarakat melakukannya dengan mandi atau berendam di mata air, sungai, atau pemandian umum.

Tujuan utama padusan adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan puasa. Dalam konteks budaya Jawa, padusan juga erat kaitannya dengan tradisi Ruwahan, yakni rangkaian kegiatan pada bulan Ruwah (bulan sebelum Ramadhan) yang diisi dengan doa, ziarah kubur, dan sedekah. Padusan menjadi penutup dari seluruh rangkaian tersebut.

Padusan dalam Pandangan Islam

Dalam ajaran Islam, tidak terdapat dalil khusus yang mewajibkan mandi besar atau mandi sunnah secara khusus menjelang Ramadhan. Namun, Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan dan kesucian.

Anjuran untuk mandi besar (mandi junub) disebutkan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surat An-Nisa ayat 43, yang menegaskan kewajiban mandi untuk menghilangkan hadas besar sebelum melaksanakan ibadah tertentu seperti salat. Meski demikian, mandi sebelum puasa Ramadhan tidak termasuk kewajiban atau sunnah khusus. Ini artinya, padusan boleh dilakukan sebagai bentuk kebersihan dan persiapan diri, selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama.

Niat dan Tata Cara Padusan

Ilustrasi foto Padusan menyambut Puasa Ramadhan [dibuat dengan AI]

Niat Mandi Padusan

Niat mandi padusan diucapkan di dalam hati atau dilafalkan saat air pertama kali mengalir ke tubuh. Salah satu bacaan niat yang umum digunakan adalah:

Lafal: Nawaitu ghusla lidukhûlisy syahri Ramadhâna sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat mandi sunnah untuk memasuki bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.

Baca Juga: Niat Puasa Ganti Ramadan di Hari Kamis Lengkap dengan Keutamaannya

Niat ini bersifat sunnah dan bertujuan untuk menjaga kebersihan diri.

Tata Cara Mandi Padusan

Tata cara padusan pada dasarnya mengikuti adab mandi wajib atau mandi sunnah dalam Islam:
1. Membaca niat sebelum atau saat air menyentuh tubuh.
2. Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali.
3. Membersihkan bagian tubuh tertentu seperti kemaluan dan lipatan tubuh.
4. Berwudhu dengan sempurna seperti hendak melaksanakan salat.
5. Menyiram kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke pangkal rambut.
6. Mengguyur seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri, hingga tidak ada bagian yang terlewat.

Waktu Pelaksanaan dan Makna Padusan

Ilustrasi foto Padusan menyambut Puasa Ramadhan [dibuat dengan AI]

Kapan Padusan Dilakukan?

Padusan umumnya dilaksanakan pada sore hari satu hari sebelum Ramadhan (H-1). Tidak ada waktu baku dalam syariat Islam, sehingga pelaksanaannya bersifat fleksibel dan mengikuti kebiasaan masyarakat setempat.

Makna Filosofis Padusan

Lebih dari sekadar mandi, padusan memiliki makna mendalam:
- Penyucian diri, sebagai simbol membersihkan hadas dan kotoran.
- Persiapan batin, agar hati lebih tenang dan siap menjalani ibadah puasa.
- Pelestarian budaya, sebagai warisan tradisi yang menyatukan nilai adat dan agama.

Padusan menjadi bentuk penghormatan masyarakat terhadap kesucian bulan Ramadhan, dengan menekankan kebersihan lahir sekaligus ketulusan niat batin.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More