- Jeffrey Epstein, terpidana perdagangan seks, meninggal dunia tahun 2019.
- Epstein Files yang dirilis DOJ AS mengungkap keterlibatan tokoh global berpengaruh dalam skandal perdagangan anak.
- Dokumen tersebut mengungkap detail kejahatan Epstein mulai dari kesepakatan tahun 2008 hingga tuduhan federal 2019.
SMA: Lafayette High School, lulus 1969
Perguruan Tinggi:
- Cooper Union (1969)
- Courant Institute, NYU (1971) (Tidak menyelesaikan gelar)
Profil Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein lahir pada 20 Januari 1953 di Brooklyn, New York City, Amerika Serikat. Ia lahir dari keluarga kelas menengah Yahudi.
Orang tuanya adalah Seymour George Epstein (1916–1991), seorang tukang kebun di New York City Parks Department, dan Pauline "Paula" Stolofsky (1918–2004), seorang ibu rumah tangga.
Kedua orang tuanya adalah anak imigran Yahudi dari Eropa, di mana banyak anggota keluarga mereka tewas dalam Holocaust.
Epstein dibesarkan di Sea Gate, sebuah komunitas tertutup di ujung barat Coney Island, yang memiliki sejarah kuat sebagai enklave Yahudi sejak awal abad ke-20.
Lingkungan ini, yang kini didominasi oleh komunitas Ortodoks seperti Chabad dan Satmar Hasidim, membentuk masa kecilnya di dekat sinagoga Keneses Israel.
Sebagai siswa berbakat, Epstein unggul dalam matematika dan piano. Ia lulus dari Lafayette High School di Gravesend, Brooklyn pada 1969 setelah melewati dua kelas.
Sekolahnya mayoritas siswa Italia-Amerika, dan ada dugaan ia menghadapi antisemitisme di sana.
Baca Juga: Link Download Epstein Files PDF yang Diduga Berjumlah 3 Juta Halaman
Ia kemudian masuk ke Cooper Union for the Advancement of Science and Art pada 1969, sebelum pindah ke Courant Institute of Mathematical Sciences di New York University (NYU) pada 1971.
Namun, ia tidak menyelesaikan gelarnya dan keluar setelah tiga tahun.
Karir Epstein dimulai secara tidak biasa. Pada 1974, ia menjadi guru fisika dan matematika di Dalton School, sebuah sekolah elit di Manhattan, meskipun tanpa gelar sarjana.
Di sana, ia bertemu dengan Alan Greenberg, CEO Bear Stearns, yang merekrutnya sebagai pedagang opsi pada 1976.
Epstein naik jabatan dengan cepat, menjadi mitra terbatas pada 1980, sebelum keluar pada 1981 untuk mendirikan perusahaan manajemen keuangan sendiri, J. Epstein & Co. (kemudian Financial Trust Co.).
Ia mengelola aset miliarder seperti Leslie Wexner, pendiri Victoria's Secret, dan menjadi multimiliarder dengan properti mewah di New York, Palm Beach, Paris, dan pulau pribadi di Kepulauan Virgin AS, yang dijuluki "Little St. James" atau "Pulau Pedofil".
Epstein juga memiliki paspor Austria palsu dengan tempat tinggal di Arab Saudi, yang menurut pengacaranya untuk perlindungan sebagai anggota kaya dari agama Yahudi saat bepergian.
Epstein lahir dan dibesarkan dalam keluarga Yahudi, meskipun ia tidak secara aktif terlibat dalam komunitas Yahudi dewasa. Nama Ibraninya adalah Yudel, dan ada bukti masa kecilnya yang mencakup foto bar mitzvah di mana ia memainkan akordeon.
Pada 1985, ia melakukan perjalanan keluarga ke Israel, yang tercatat dalam album tribut ulang tahun ke-50 yang disusun oleh pacarnya saat itu, Ghislaine Maxwell.
Latar belakang Yahudinya sering menjadi topik spekulasi, terutama setelah kematiannya, dengan teori konspirasi seperti tuduhan bahwa ia bekerja untuk Mossad, badan intelijen Israel—klaim tanpa bukti yang disebarkan oleh tokoh seperti Tucker Carlson.
Namun, Epstein tidak terhubung secara signifikan dengan organisasi Yahudi, dan identitas Yahudinya lebih merupakan warisan keluarga daripada praktik aktif.
Epstein meninggal pada 10 Agustus 2019 dalam sel penjara Manhattan, yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri.
Skandal Global Epstein Files
Skandal terbesar Epstein berpuncak pada Epstein Files, lebih dari 6 juta halaman dokumen, gambar, dan video yang mendetailkan kegiatan kriminalnya sebagai pelaku perdagangan seks anak.
Dokumen ini berasal dari penyelidikan sejak 2005, termasuk kesepakatan plea 2008 di Florida di mana ia dihukum karena prostitusi anak di bawah umur, dan tuduhan federal 2019 atas jaringan trafficking.
Epstein meninggal sebelum persidangan, memicu teori konspirasi tentang pembunuhan.
Pelepasan file ini dipaksa oleh Epstein Files Transparency Act 2025, yang ditandatangani Presiden Donald Trump.
Departemen Kehakiman AS merilis sebagian pada Desember 2025 dan Januari 2026, termasuk 3 juta halaman tambahan pada 30 Januari 2026.
File tersebut mengungkap hubungan Epstein dengan tokoh seperti Trump, Bill Clinton, Elon Musk, Pangeran Andrew, dan lainnya, termasuk tuduhan bahwa Epstein menggunakan daftar klien untuk pemerasan.
Temuan ini memicu skandal global, dengan kritik bipartisan atas redaksi berat, dan meningkatkan pengawasan terhadap elite yang terlibat, seperti kunjungan Putri Mette-Marit Norwegia ke rumah Epstein.
Rekaman audio dari penulis Michael Wolff juga muncul, di mana Epstein mengklaim sebagai "teman terdekat" Trump dan mengungkap detail intim tentang perilaku Trump.
Skandal Jeffrey Epstein tidak hanya menyoroti kejahatannya di Epstein Files, tetapi juga bagaimana kekayaan dan koneksinya melindungi dia selama bertahun-tahun, memicu perdebatan tentang keadilan dan kekuasaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI