- Arsip DOJ AS Januari 2026 mengungkap upaya obsesif Epstein membangun koneksi dengan Presiden Putin sejak 2013–2018.
- Epstein menawarkan bantuan ekonomi dan klaim informasi mengenai Donald Trump kepada pejabat tinggi Rusia tanpa hasil.
- Dokumen menunjukkan akses Epstein ke lingkaran Kerajaan Inggris, seperti Pangeran Andrew, jauh lebih mudah dibandingkan Rusia.
Suara.com - Rangkaian dokumen terbaru terkait terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein kembali menghebohkan publik internasional.
Arsip setebal lebih dari 3 juta juta halaman yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada akhir Januari 2026 tersebut mengungkap upaya obsesif Epstein untuk membangun koneksi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Meski nama Putin tercatat sebanyak 1.055 kali dalam tumpukan berkas tersebut, data menunjukkan bahwa ambisi Epstein untuk bertatap muka langsung dengan pemimpin Kremlin itu selalu berujung pada kegagalan.
Lobi Melalui Jalur Diplomatik dan Ekonomi
Dokumen tersebut memetakan aktivitas Epstein antara tahun 2013 hingga 2018, di mana ia secara aktif mencoba memanfaatkan jaringan tokoh berpengaruh demi mendapatkan akses ke Moskow.
Salah satu perantara yang kerap dihubungi Epstein adalah Thorbjorn Jagland, mantan Perdana Menteri Norwegia yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa.
Dalam korespondensi email tahun 2013, Epstein mencoba menawarkan bantuan ekonomi bagi Rusia.
Ia menulis pesan yang meminta izin untuk menyampaikan gagasan kepada Putin: "Saya tahu Anda ingin menarik investasi asing... Saya punya rekan yang bisa membantu Anda mengambil langkah-langkah yang diperlukan."
Tak berhenti di situ, pada 2017, Epstein juga mencoba masuk melalui isu teknologi keuangan dengan meminta perantaranya untuk mendiskusikan topik mata uang digital dengan Putin.
Baca Juga: Rencana Prabowo Bertemu Trump, Seskab Teddy Sebut Masih dalam Pembahasan
Klaim Informasi Mengenai Donald Trump
Salah satu bagian paling provokatif dalam dokumen ini adalah upaya Epstein mendekati Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.
Pada tahun 2018, setahun sebelum kematiannya di penjara, Epstein menawarkan "informasi kredensial" kepada Lavrov sebagai umpan agar bisa bertemu Putin.
Dalam emailnya, Epstein mengklaim memiliki informasi sangat rahasia mengenai Donald Trump yang bisa dibagikan kepada pihak Rusia.
Ia bahkan menyebut nama mendiang diplomat Rusia, Vitaly Churkin, dengan mengeklaim bahwa sang diplomat telah memahami sosok Trump setelah berdiskusi dengannya.
Meski menawarkan berbagai informasi intelijen dan ekonomi, tidak ada bukti valid dalam dokumen tersebut yang menunjukkan bahwa Kremlin menanggapi atau merealisasikan keinginan Epstein.
Berita Terkait
-
Prabowo Dijadwalkan Bertemu Donald Trump di AS, Bahas Tarif Impor dan Board of Peace
-
Berapa Kekayaan Jeffrey Epstein yang Jadi Biang Kerok Epstein Files?
-
Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?
-
Inilah 7 Fakta Mengejutkan dari Skandal Epstein: Pulau Pedofil hingga Daftar Nama Elite Global
-
Begini Cara Mengakses Dokumen Epstein Resmi, Lengkap 3 Juta Halaman
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM