- Jeffrey Epstein lahir di Brooklyn tahun 1953 dari keluarga biasa, namun menjadi finansier superkaya dengan jaringan sosial elite.
- Ia pernah menjadi guru sekolah elit dan bekerja di Wall Street, sebelum akhirnya terseret kasus pelecehan seksual sejak 2005.
- Epstein meninggal dunia pada 2019 di sel tahanan sebelum sidang, setelah sebelumnya menjalani hukuman ringan kontroversial.
5. Jaringan Sosial Kelas Dunia
Epstein dikenal memiliki lingkar pertemanan luas, mulai dari politisi, pengusaha besar, ilmuwan ternama, hingga selebritas internasional.
Jejaring inilah yang kemudian banyak dibahas dalam dokumen Epstein Files. Meski begitu, nama yang tercantum tidak otomatis berarti terlibat kejahatan, melainkan menunjukkan relasi sosial atau profesional.
6. Tak Pernah Menikah, Dekat dengan Ghislaine Maxwell
Dalam kehidupan asmara, Jeffrey Epstein tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak. Hubungan paling dikenal adalah dengan Ghislaine Maxwell, perempuan asal Inggris yang disebut sebagai pasangan dekat sekaligus tangan kanan Epstein.
Maxwell kemudian divonis bersalah atas keterlibatannya dalam perdagangan seks anak dan dijatuhi hukuman penjara.
7. Deretan Rumah Mewah dan Pulau Pribadi
Gaya hidup Epstein mencerminkan kemewahan ekstrem. Ia memiliki sejumlah properti bernilai fantastis, antara lain mansion megah di Manhattan, rumah mewah di Palm Beach Florida, berhektar-hektar perkebunan luas di New Mexico, hingga properti apartemen di Paris. Dan yang paling fenomenal adalah pulau pribadi Little Saint James di Kepulauan Virgin AS.
Pulau terakhir inilah yang kemudian dikenal publik sebagai “Pulau Epstein” dan menjadi simbol skandalnya.
Baca Juga: Foto Jenazah Jeffrey Epstein yang Dirilis Pemerintah AS Dicurigai Palsu: Tatonya di Mana?
Awal Terbongkarnya Kasus Seksual
Kasus hukum Epstein pertama kali mencuat pada 2005, setelah laporan orang tua seorang remaja perempuan di Florida. Epstein dituduh merekrut dan melecehkan gadis-gadis di bawah umur, dengan modus pijat berbayar.
Pada 2008, Epstein membuat kesepakatan hukum yang sangat kontroversial. Ia hanya menjalani hukuman penjara ringan selama 13 bulan, bahkan dengan izin keluar masuk.
Kesepakatan ini menuai kritik luas karena dianggap memberi perlindungan hukum kepada Epstein dan jaringan elit di sekitarnya.
Kasus Epstein kembali dibuka pada 2019, ketika ia ditangkap atas tuduhan perdagangan seks anak lintas negara oleh otoritas federal AS.
Namun sebelum sidang digelar, Epstein ditemukan tewas di sel tahanan New York pada Agustus 2019. Penyebab resmi kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri, meski hingga kini masih memicu spekulasi publik.
Setelah kematiannya, berbagai dokumen pengadilan dibuka ke publik. Dokumen ini berisi kesaksian korban, catatan perjalanan, dan daftar relasi Epstein.
Kasus ini menjadi salah satu skandal seks terbesar dalam sejarah modern, sekaligus membuka diskusi global tentang penyalahgunaan kekuasaan, impunitas elite, dan perlindungan korban.
Berita Terkait
-
Kronologi Kematian Jeffrey Epstein di Penjara dan Kasusnya
-
Epstein Island Ada di Mana? Pulau Pribadi Jeffrey Epstein yang Penuh Skandal
-
Kemunculan Epstein Files Cuma Pengalihan Isu? Diduga Ada Kasus Besar yang Ditutupi
-
Film Eyes Wide Shut Ramai Disorot Usai Dokumen Epstein Terungkap, Disebut Cerminan Dunia Elite Gelap
-
Terpopuler: Konteks Jokowi dan Sri Mulyani di Epstein Files, Rekomendasi HP Murah untuk Ojol
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan