Suara.com - Epstein Files kembali menjadi sorotan dunia setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein pada akhir Januari 2026. Salah satu nama yang masuk dalam Epstein File adalah nama Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Sebagai informasi, publikasi arsip tersebut menjadi bagian dari upaya transparansi dalam perkara kejahatan seksual yang menjerat Epstein, yang meninggal dunia pada 2019 saat proses hukum masih berjalan.
Rilis dokumen ini menjadi yang terbesar sejak Kongres AS mengesahkan aturan transparansi berkas Epstein pada November 2025. Arsip yang dibuka ke publik mencakup sekitar tiga juta halaman dokumen, lebih dari 180 ribu foto, serta sekitar dua ribu video hasil penyelidikan.
Dalam kumpulan dokumen yang dirilis, sejumlah nama dari berbagai negara ikut tercantum, termasuk tokoh dari Indonesia. Namun, perlu digarisbawahi bahwa penyebutan tersebut memiliki konteks berbeda-beda dan tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana.
Penyebutan Nama Jokowi di Epstein Files, Apa Maknanya?
Kemunculan nama Indonesia dalam arsip tersebut tidak menimbulkan polemik besar di dalam negeri. Hingga kini tidak ditemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara tokoh Indonesia yang disebut dengan aktivitas kriminal Jeffrey Epstein.
Banyak dokumen dalam arsip tersebut berupa kliping berita, laporan analisis, dokumen administratif, hingga komunikasi institusional yang ikut disita dalam proses penyelidikan. Karena itu, keberadaan nama seseorang di dalam arsip tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam kasus.
Nama Presiden Joko Widodo muncul dalam beberapa dokumen berupa kliping pemberitaan dan laporan situasi politik Indonesia. Penyebutan tersebut bersifat informatif dan tidak berkaitan dengan komunikasi ataupun relasi dengan Epstein.
Tak hanya nama Jokowi, nama Sri Mulyani juga turut disebut. Jokowi dan Sri Mulyani disebut pada Epstein Files diduga terkait konteks 'pantauan' perencanaan investasi.
Baca Juga: Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Namanya Masuk Epstein Files
Mantan Presiden RI dan mantan Menkeu tersebut ada pada file dengan nama "JP Morgan 'Global Asset Allocation'" tanggal 25 Juli 2014.
Dokumen turut menyebutkan detail FOMC, US Bond, hingga perkiraan (Forecast) mengenai saham apakah Bearish atau Bullish.
"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Minggu ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar. Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menggugat hasil ini, para ahli strategi kami menolak intervensi konstitusional apa pun (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath dkk., 13 Juli). Kami tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklus bagi pasar saham Indonesia setelah pemerintah terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Juli)," bunyi dokumen Epstein.
Kontributor : Rizky Melinda
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
6 Sepatu Skechers Diskon di Sports Station, Sepatu Anak Mulai Rp200 Ribuan
-
6 Shio yang Diprediksi Hoki dan Mendapat Keberuntungan Finansial pada 24 Maret 2026
-
Starbucks dan Harry Potter Bersatu! Rasakan Keajaiban Bubble Meledak Ala Honeydukes di Menu Baru Ini
-
Jangan Bingung Cari Mushola Saat Kulineran di PIK: Ini Titik Lokasi Strategis yang Wajib Kamu Tahu
-
5 Tips Agar Opor Ayam Tidak Cepat Basi untuk Stok Hidangan Keluarga
-
Arti Syawalan dan Sejarah Tradisi Kupatan di Jawa
-
Hindari Macet, Kapan Waktu Terbaik Berangkat Arus Balik agar Sampai di Jakarta Pagi Hari?
-
Promo Superindo Terbaru 24 Maret: Susu, Frozen Food, dan Aneka Isi Kulkas Diskon hingga 35 Persen
-
5 Minuman untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami Setelah Lebaran
-
4 Zodiak Paling Berkilau dan Banjir Rezeki di 24 Maret 2026