Lifestyle / Male
Kamis, 05 Februari 2026 | 11:00 WIB
Jokowi dan Sri Mulyani muncul di Epstein Files. [Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendadak ramai dibicarakan publik setelah disebut dalam dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files.

Epstein Files sendiri merupakan kumpulan jutaan arsip hasil penyelidikan panjang terhadap Jeffrey Epstein, sosok kontroversial yang terseret kasus perdagangan seks anak dan dugaan jaringan elite global.

Dokumen ini memuat berbagai catatan hukum, laporan keuangan, hingga arsip institusi global.

Karena cakupannya sangat luas, banyak nama tokoh dunia ikut tercantum, mulai dari mantan presiden, pengusaha ternama, hingga pejabat negara, meskipun tidak semuanya berkaitan langsung dengan skandal kriminal Epstein.

Di Indonesia, kemunculan nama Jokowi dan Sri Mulyani langsung memicu spekulasi. Tak sedikit warganet yang kemudian mengaitkan hal tersebut dengan kekayaan keduanya.

Lantas, berapa dan apa saja rincian kekayaan Jokowi dan Sri Mulyani yang namanya muncul di Epstein Files? Berikut informasi lengkapnya.

Mengapa Nama Jokowi dan Sri Mulyani Bisa Muncul di Epstein Files?

Nama Jokowi tercatat dalam salah satu dokumen bertajuk JP Morgan Global Asset Allocation tertanggal 25 Juli 2014. Dokumen ini merupakan laporan analisis pasar yang membahas kondisi ekonomi global, termasuk negara berkembang seperti Indonesia.

Di dalamnya, Jokowi disebut dalam konteks kemenangan Pilpres 2014 serta proyeksi investor terhadap stabilitas politik dan peluang pertumbuhan pasar saham Indonesia.

Baca Juga: Tiba-tiba Purbaya Singgung Demo Besar dan Penjarahan Rumah Sri Mulyani

Dengan kata lain, penyebutan Jokowi murni berkaitan dengan analisis ekonomi dan arah investasi internasional. Ia muncul sebagai kepala negara yang kebijakannya diperhitungkan oleh pelaku pasar global, bukan sebagai pihak yang memiliki hubungan pribadi dengan Jeffrey Epstein.

Sementara itu, nama Sri Mulyani berasal dari arsip resmi World Bank Group pada Juni 2014, saat ia masih menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Operating Officer (COO).

Dokumen tersebut membahas peluncuran President’s Delivery Unit, sebuah unit strategis untuk memperkuat pemantauan target pembangunan dan akuntabilitas kinerja lembaga.

Pernyataan Sri Mulyani dalam dokumen itu sepenuhnya bersifat profesional dan institusional, terkait reformasi tata kelola organisasi internasional.

Arsip World Bank tersebut ikut masuk dalam Epstein Files karena termasuk dokumen lembaga yang tersita selama proses penyelidikan, bukan karena adanya keterlibatan langsung dengan Epstein.

Singkatnya, Jokowi dan Sri Mulyani tercantum sebagai bagian dari data ekonomi global dan arsip kelembagaan internasional. Kemunculan nama mereka tidak menunjukkan keterkaitan dengan jaringan kejahatan Epstein.

Load More