- Nyekar adalah tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Muslim menjelang maupun sesudah Ramadan.
- Nyekar secara harfiah berarti menaburkan bunga dari bahasa Jawa "sekar".
- Dalam Islam, praktik ini diperbolehkan sebagai pengingat akhirat dan sarana mendoakan keselamatan almarhum, bukan pemujaan.
Suara.com - Menjelang bulan suci Ramadan atau hari raya Idulfitri, tempat pemakaman umum (TPU) biasanya menjadi ramai. Fenomena tersebut akrab kita kenal dengan istilah nyekar.
Namun, apa sebenarnya arti di balik kegiatan ini?
Secara etimologi, nyekar adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Jawa, yaitu "sekar" yang berarti bunga. Jadi, secara harfiah nyekar berarti menaburkan bunga.
Namun dalam praktiknya, nyekar bukan sekadar aktivitas fisik menabur bunga di atas pusara, melainkan sebuah bentuk ziarah kubur yang sarat akan nilai spiritual, penghormatan kepada leluhur, dan pengingat akan kematian.
Nyekar dalam Perspektif Islam dan Sunnah Nabi
Banyak yang bertanya-tanya, apakah nyekar memiliki landasan dalam agama?
Mengutip dari laman NU Online, tradisi ziarah kubur yang menjadi inti dari nyekar memiliki sejarah yang dinamis dalam Islam.
Pada awal masa Islam, Nabi Muhammad SAW sempat melarang umatnya melakukan ziarah kubur karena dikhawatirkan akan memicu kemusyrikan atau pemujaan berlebihan terhadap ruh.
Namun, seiring dengan menguatnya iman para sahabat, Rasulullah SAW kemudian memperbolehkannya.
Dalam sebuah nabi yang diriwayatkan Muslim, Abu Dawud, dan at-Tarmizi, beliau bersabda: "Dahulu aku telah melarangmu berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akhirat."
Baca Juga: Bacaan Doa dan Salam Ketika Ziarah Kubur, Tradisi Menjelang Ramadan
Dengan demikian, nyekar atau ziarah kubur dalam Islam bukan bertujuan untuk meminta sesuatu kepada mayat, melainkan untuk mendoakan keselamatan bagi mereka yang telah mendahului kita dan menjadi pengingat bagi yang hidup bahwa dunia ini fana.
Makna Filosofis di Balik Tabur Bunga
Mengapa nyekar menggunakan bunga? Menurut ulasan di laman Perpus Tebu Ireng, penggunaan bunga dalam nyekar memiliki makna simbolis.
Salah satu hadis yang sering dijadikan rujukan diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a., yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah menancapkan pelepah kurma yang masih basah di atas makam untuk meringankan siksa kubur penghuninya selama pelepah itu masih basah.
Hadis tersebut menjadi dasar qiyas (analogi) antara pelepah kurma basah dengan bunga segar yang ditaburkan di atas makam.
Para ulama berpendapat bahwa bahan atau media yang masih segar dan basah memiliki kesamaan fungsi simbolis dalam meringankan siksa kubur.
Di Indonesia, pelepah kurma digantikan dengan bunga-bungaan segar (seperti mawar, melati, dan kenanga) serta air. Air yang disiramkan dan bunga yang ditaburkan melambangkan kesegaran dan doa agar kondisi ahli kubur diberikan ketenangan dan kesejukan di alam barzakh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam
-
Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami
-
Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak
-
Stop 'Pencet Setuju' Tanpa Baca! Inovasi Layanan Jadi Kunci Agar Kuota Internet Gak Hangus