Lifestyle / Komunitas
Kamis, 12 Februari 2026 | 06:45 WIB
Ziarah Kubur Sebelum Ramadan (Freepik)

Suara.com - Ziarah kubur menjelang Ramadan merupakan salah satu tradisi yang kerap dilakukan oleh umat Islam di Indonesia. Tradisi turun temurun ini dilakukan sudah sejak lama. Masyarakat pun umumnya melakukan ziarah kubur untuk mendoakan keluarga atupun saudara yang telah meninggal lebih dulu. 

Uniknya, masing-masing daerah mempunyai penyebutan yang berbeda untuk tradisi tahunan ini, seperti nyekar, nyadran, munggahan, dan lain sebagainya. Tak hanya menjelang Ramadan, ziarah kubur juga biasa dilakukan ketika perayaan Idul Fitri. Beberapa daerah di Indonesia bahkan melakukan ziarah kubur usai sholat Idul Fitri atau halal bihalal. 

Sebenarnya, kapan waktu ziarah kubur sebelum Ramadan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Kapan Waktu Ziarah Kubur Sebelum Ramadan?

Sebenarnya, ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja. Sebab, tidak ada penjelasan mengenaibwaktu khusus untuk melakukan ziarah kubur, sebab tujuan utamanya sendiri untuk mengingat akhirat.

Akan tetapi, ziarah kubur sebelum Ramadan atau yang disebut nyadran dan munggahan, umumnya dilakukan pada bulan Sya'ban atau sekitar satu minggu sampai sehari sebelum bulan puasa. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk persiapan rohani, mendoakan para leluhur, serta sebagai pengingat kematian. 

Hukum Ziarah Kubur Sebelum Ramadhan Menurut Islam

Apabila membahas tentang hukum ziarah kubur sebelum Ramadan, sebenarnya tidak dijelaskam secara spesifik di Al-Qur'an ataupun hadits terkait. Kendati begitu, kegiatan mengunjungi makam merupakan anjuran langsung dari Rasulullah SAW.

Pada hakikatnya ziarah kubur disyariatkan dalam Islam, hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

Baca Juga: Panduan Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Beserta Arti Sesuai Urutan

قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزورها فإنها تذكر الآخرة

Artinya: "Aku pernah melarang kalian ziarah kubur. Sekarang ziarahlah karena ziarah kubur itu mengingatkan kalian kepada akhirat."

Berdasarkan riwayat di atas, umat muslim justru diperintahkan untuk berziarah kubur. Akan tetapi hal yang harus diperhatikan adalah tujuan dari ziarah kubur yang dianjurkan. Di mana ziarah diperbolehkan semata untuk mengingat kematian dan mendoakan orang yang sudah meninggal.

Lebih lanjut, ziarah kubur tidak boleh dilakukan jika tujuannya disalahgunakan. Misalnya seperti yang dilakukan sebagian orang jelang Ramadan yaitu berziarah dengan tujuan meminta diberikan berkah, dibukakan rezekinya, supaya mudah jodohnya, jabatannya naik dan sejenisnya.

Perbuatan-perbuatan atau niat seperti itu bahkan jatuhnya ke syirik. Artinya, selama ziarah dilakukan bukan untuk tujuan-tujuan yang tidak baik, maka ke makam jelang Ramadan boleh-boleh saja.

Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

Setelah mengetahui dalil dan waktu tentang ziarah kubur, umat muslim juga perlu mengetahui tata cara ziarah kubur sesuai dengan syariat Islam. Berikut ini adala tata cara ziarah kubur sesuai sunnah:

1. Mengucapkan Salam

Saat kota memasuki areal kuburan, maka dianjurkan untuk mengucapkan salam. Adapun bunyi salam yang diucapkan yaitu sebagai berikut:

السّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ أَنْتُمْ لَنَا فَرْطُ وَنَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

Assalâmu 'alâ ahlid diyâr, minal mu'minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyaallahu bikum lâhiqûn.

Artinya: Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.

2. Membaca Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi

Artinya : "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya."

3. Membaca Surah Pendek

Setelah mengucap salam dan menuju makam yang ingin didoakan, umat muslim dianjurkan untuk membaca surah-surah pendek. Adapun surah pendek yang dianjurkan untuk dibaca ketika ziarah kubur, yaitu:

  • Surah Al-Qadar (7 kali)
  • Surah Al-Fatihah (3 kali)
  • Surah Al-Falaq (3 kali)
  • Surah An-Nas (3 kali)
  • Surah Al-Ikhlas (3 kali)
  • Ayat kursi (3 kali)

4. Membaca Doa

Tata cara berikutnya adalah membaca doa. Berikut doa yang dianjurkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ أَنْ لَا تُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ

Allahumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu'adzdziba hâdzal may-yit.

Artinya: Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.

Selain itu, kita bisa membaca doa ziarah kubur yang lafalnya lebih panjang  sesuai dengan sunnah dari Rasulullah SAW:

للَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfir lahu Warhamhu Wa 'Aafihi Wa'fu 'ahu, Wa Akrim Nuzulahu, Wa Wassi' Madkholahu, Waghsilhu Bil Maa'i WatsTsalji Wal Baradi, Wa Naqqihi Minal Khothooyaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadho Minad Danasi, Wa Abdilhu Daaran Khairan Min Daarihi, Wa Ahlan Khoiron Min Ahlihi, Wa Zaujan Khoiron Min Zaijihi, Wa Adkhilhul Jannata, Wa A'idhu Min 'Adzaabil Qabri.

Artinya: "Ya Allah, Ampuni-lah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkan-lah dia dan tempatkan-lah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, beri-lah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), beri-lah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jaga-lah dia dari siksa kubur dan Neraka.

5. Meletakkan Tangan di Atas Kuburan dan Membaca Dzikir

Selesai membaca doa, letakkan tanggan di atas kuburan dan membaca dzikir untuk orang yang sudah meninggal. Berikut ini adalah bacaannya:

اللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَأَنِسٌ وَحْشَتَهُ، وَآمِنْ رَوْعَتَهُ، وَأَسْكِنْ إِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَيَسْتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَالْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاهُ

Allahumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw'atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghni biha 'an rahmatin min siwaka, wa alhighu biman kama yatawallahu.

Artinya: Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu.

Demikian tadi penjelasan tentang kapan waktu ziarah kubur sebelum ramadan lengkap dengan tata cara dan doanya. Semoga membantu!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More