- Valentine dan White Day sama-sama dikenal sebagai Hari Kasih Sayang untuk merayakan cinta dan perhatian.
- Meski terlihat mirip, keduanya memiliki perbedaan jelas dari segi asal-usul hingga tradisi perayaannya.
- Artikel ini membahas perbedaan Valentine dan White Day serta alasan keduanya sering dianggap sama.
2. Tradisi Perayaannya
Pada perayaan Valentine, tradisi utama adalah mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada pasangan, teman, atau keluarga dengan memberi hadiah, kartu ucapan, dan merayakan dengan kegiatan romantis atau makan bersama.
Perayaan ini sering kali bersifat saling memberi tanpa aturan ketat soal siapa yang memberi terlebih dahulu.
Di beberapa negara Asia seperti Jepang atau Korea, tradisi Valentine agak berbeda karena umumnya wanita memberikan cokelat atau hadiah terlebih dahulu kepada pria.
Ini bisa berupa cokelat untuk pasangan ataupun cokelat "giri-choco" untuk teman dan rekan kerja sebagai bentuk sopan santun sosial.
White Day kemudian terjadi satu bulan setelah Valentine dan tradisinya berfokus pada pria yang memberi hadiah balasan kepada wanita yang telah memberi mereka hadiah sebelumnya.
Dalam beberapa budaya, ada ekspektasi tidak tertulis bahwa hadiah White Day harus memiliki nilai yang lebih besar sebagai tanda rasa terima kasih dan keseriusan perasaan.
Tradisi perayaan ini menunjukkan bagaimana kedua hari tersebut saling melengkapi dalam konteks budaya tertentu, yakni Valentine membuka kesempatan memberi kasih sayang, dan White Day memberikan kesempatan untuk membalasnya sesuai norma sosial setempat.
3. Kado yang Diberikan
Baca Juga: 10 Rekomendasi Cokelat Valentine untuk Orang Tersayang, Manis dan Spesial
Kado pada Valentine bisa sangat bervariasi, mulai dari cokelat, bunga, kartu ucapan, hingga hadiah romantis lainnya.
Di banyak negara Barat dan Asia, hadiah tidak memiliki aturan ketat, sehingga baik pria maupun wanita bisa saling bertukar hadiah.
Namun di Jepang dan beberapa negara Asia, tradisi Valentine biasanya mengutamakan pemberian cokelat dari wanita kepada pria, termasuk cokelat buatan sendiri atau yang dibeli sebagai tanda kasih sayang.
Pada White Day, hadiah khas yang diberikan sering memiliki tema warna putih, seperti white chocolate, marshmallow, atau permen putih, meskipun kini bisa berkembang menjadi perhiasan, bunga, atau aksesori lainnya sesuai selera.
Beberapa budaya menganut aturan sanbai gaeshi, yaitu kado balasan sebaiknya dua sampai tiga kali lebih bernilai dari hadiah yang diterima.
Perbedaan jenis dan aturan pemberian kado ini mencerminkan bagaimana kedua perayaan tersebut memiliki makna simbolis berbeda terkait persepsi cinta, rasa terima kasih, dan ekspresi kasih sayang antar pasangan ataupun teman.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali