- FOKUS mengadakan khatam Al-Qur'an dan doa bersama di Jakarta pada Kamis (11/2/2026) menjelang Ramadan.
- Doa bersama tersebut secara khusus memanjatkan permohonan untuk Presiden, rakyat Indonesia, serta korban bencana alam.
- Kegiatan ini menegaskan peran FOKUS sebagai wadah penguatan spiritual dan kewajiban mendoakan bangsa serta pemimpin negara.
Suara.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap bangsa terasa kuat dalam kegiatan yang digelar Forum Komunitas Ustazah Sejabodetabek (FOKUS).
Komunitas para ustazah dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ini mengadakan khatam Al-Qur’an dan doa bersama di Alhamd Carpet, Radio Dalam, Jakarta, kediaman H. Malik Mahboob Ahmad, Kamis (11/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi cerminan karakter FOKUS sebagai wadah silaturahmi, dakwah, sekaligus penguatan peran perempuan dalam membangun spiritualitas umat.
Bagi para anggota, menyambut Ramadan tidak cukup hanya dengan persiapan pribadi, tetapi juga dengan ikhtiar kolektif mendoakan bangsa dan negara.
Ketua Umum FOKUS, Ustazah Bahijah Hamid, yang juga memimpin Majelis Ta’lim Daruttaqwa, menegaskan bahwa doa adalah kekuatan utama umat, terlebih di momentum menjelang puasa.
Menurut pemimpin Majelis Taklim Daruttaqwa ini, Ramadan menghadirkan waktu-waktu mustajab yang seharusnya dimanfaatkan untuk memohon kebaikan yang lebih luas.
“Sebagai warga negara, kita memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk mendoakan pemerintah, Bapak Presiden, bangsa, dan negara,” ujarnya di hadapan para anggota dan tamu undangan.
Dalam doa bersama tersebut, FOKUS secara khusus memanjatkan doa untuk Presiden RI Prabowo Subianto, rakyat Indonesia, serta perdamaian dunia.
Komunitas ini juga menyelipkan doa bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai daerah seperti Aceh, Medan, Padang, dan Jawa Barat.
Baca Juga: Domino Bukan Sekadar Permainan: Intip Transformasinya Jadi Olahraga Pikiran Profesional di Makassar
“Mudah-mudahan keluarga kita, saudara kita yang terkena musibah akan diberikan pertolongan oleh Allah SWT. Dan apa yang sudah kita lakukan menjadi amal sholeh yang diterima oleh Allah SWT,” demikian rangkaian doa yang dipanjatkan bersama.
Suasana khataman berlangsung khidmat, namun hangat. Para ustazah duduk melingkar, membaca ayat demi ayat dengan penuh kekhusyukan.
Ayat yang disoroti dalam tausiyah adalah Surah Al-Baqarah ayat 186 tentang kedekatan Allah dan janji-Nya mengabulkan doa hamba yang bersungguh-sungguh memohon.
Pesan ini menjadi penguat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat hubungan vertikal kepada Allah sekaligus kepedulian horizontal kepada sesama.
H. Malik Mahboob Ahmad dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran FOKUS sebagai komunitas yang aktif menyebarkan nilai persatuan melalui doa. Ia mengajak para ulama, tokoh agama, pimpinan masjid, dan majelis taklim untuk menjadikan doa bagi pemimpin dan bangsa sebagai agenda rutin.
“Mengimbau kepada seluruh tokoh pemuka-pemuka agama, pimpinan-pimpinan majlis taklim untuk selalu mendoakan Bapak Presiden kita. Karena ini menjadi satu kewajiban sebagai rakyat untuk mendoakan pimpinannya,” ujar Malik.
Empat poin utama yang disampaikan dalam kegiatan ini menegaskan arah gerak komunitas: menjadikan khatmul Qur’an sebagai doa untuk pemimpin dan bangsa, mengajak seluruh rakyat lintas daerah dan latar belakang untuk ikut mendoakan sesuai keyakinan masing-masing.
Serta menegaskan doa sebagai kewajiban moral dan spiritual, serta menyerukan doa bersama secara nasional di berbagai ruang dari tempat ibadah hingga lembaga pendidikan dan perkantoran.
Bahkan, muncul pula gagasan perjalanan spiritual kenegaraan ke Tanah Suci bersama unsur pemerintah, ulama, akademisi, serta keluarga mantan pemimpin bangsa untuk memanjatkan doa khusus bagi Indonesia dan perdamaian dunia.
Melalui kegiatan ini, FOKUS menunjukkan bahwa komunitas keagamaan perempuan memiliki kontribusi nyata dalam membangun optimisme kebangsaan.
Ramadan dijadikan momentum perbaikan kolektif, bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah personal, tetapi juga memperkuat harapan akan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan yang dihadapi bangsa, FOKUS memilih jalan doa, silaturahmi, dan kebersamaan sebagai fondasi perubahan. Sebuah langkah sederhana namun sarat makna, mengingatkan bahwa kekuatan spiritual yang terhimpun dalam komunitas dapat menjadi energi besar bagi negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
60 Ucapan Maaf Jelang Ramadan 2026 Bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin Siap Di-copas
-
Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek Selain Gong Xi Fa Cai
-
50 Ucapan Imlek 2026 untuk Bos, Rekan Kerja, Keluarga hingga Pacar
-
30 Link Twibbon Tahun Baru Imlek 2026 Gratis, Tinggal Pasang Foto
-
Terpopuler: Shio Paling Hoki di Hari Imlek, Beda Ucapan Gong Xi Fa Cai dan Xin Nian Kuai Le
-
Budget Rp30 Ribu, Mending Beli Sunscreen Apa? Ini 6 Pilihan Murah yang Sudah BPOM
-
Bolehkah Muslim Menerima Hampers Imlek? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Islam
-
5 Warna Lipstik agar Tampil Lebih Fresh, Wajah Auto Cerah Tanpa Riasan Tebal
-
Inspirasi Lagu Cinta dari Svararasa, Romansa Gen Z yang Hangat dan Dekat di Hati
-
Heboh 'Tembok Ratapan Solo' Muncul di Google Maps, Ternyata Berlokasi di Kediaman Jokowi