- Kooza, diperkenalkan tahun 2007, menonjolkan esensi sirkus klasik seperti akrobat dan badut dengan balutan teater modern Cirque du Soleil.
- Nama Kooza terinspirasi kata Sanskerta bermakna "kotak harta karun", melambangkan gerbang imajinasi yang terbuka oleh Trickster pada Innocent.
- Produksi ini membawa narasi emosional tentang perjalanan hidup Innocent, melibatkan 53 performer internasional dan menampilkan aksi sirkus tradisional.
Suara.com - Di antara deretan pertunjukan spektakuler Cirque du Soleil, Kooza punya tempat yang istimewa. Ia bukan sekadar pertunjukan akrobatik penuh warna, tetapi juga penghormatan terhadap akar tradisi sirkus, dikemas dengan sentuhan teater modern, cerita emosional, dan keajaiban visual khas Cirque du Soleil.
Sejak pertama kali dipentaskan, Kooza telah membawa jutaan penonton masuk ke dunia di mana hal mustahil terasa nyata.
Lahir dari Mimpi “Sirkus Baru”
Untuk memahami Kooza, kita perlu mundur ke tahun 1984, saat Cirque du Soleil didirikan di Kanada oleh sekelompok seniman jalanan. Mereka punya mimpi menciptakan bentuk sirkus baru, tanpa hewan, lebih teatrikal, lebih artistik, dan berfokus pada kemampuan manusia.
Dari visi itulah lahir berbagai produksi besar.
Lalu pada tahun 2007, Kooza resmi diperkenalkan sebagai pertunjukan yang secara khusus kembali menonjolkan esensi sirkus klasik — akrobat, badut, dan ketegangan aksi panggung — namun tetap dibalut cerita dan pendekatan visual modern.
Arti Nama Kooza
Menurut Julie Desmarais, Senior Publicist for Kooza, nama Kooza terinspirasi dari kata dalam bahasa Sanskerta yang berarti “kotak” atau “peti harta karun”.
Konsep ini bukan sekadar simbolis, tetapi benar-benar hadir di atas panggung.
Baca Juga: Cerita Inspiratif: Desa Pajambon Harmoni Tani dan Wisata
Di awal pertunjukan, penonton diperkenalkan pada tokoh badut bernama Innocent — sosok polos yang sedang bermain layangan sendirian. Suasananya ringan, nyaris sunyi, menggambarkan dunia kecilnya yang sederhana. Tiba-tiba, sebuah paket misterius dalam kotak besar dikirimkan kepadanya.
Saat kotak itu dibuka, melompatlah sosok penuh energi dan kejutan bernama Trickster.
Dari momen inilah dunia Innocent berubah. Kotak tersebut seakan menjadi gerbang menuju dunia imajinasi yang liar, penuh warna, risiko, dan keajaiban. Inilah yang sering dimaknai sebagai “kotak imajinasi” — sumber segala kejutan dalam Kooza.
Cerita di Balik Pertunjukan
Lebih lanjut Julie bercerita, bahwa berbeda dari sirkus tradisional yang hanya menampilkan aksi demi aksi, Kooza dibangun di atas alur cerita yang emosional.
Kita mengikuti perjalanan Innocent, yang terseret masuk ke dunia aneh dan memukau ciptaan Trickster. Dalam petualangannya, ia menghadapi berbagai pengalaman yang merefleksikan perjalanan hidup manusia: rasa ingin tahu, ketakutan, kerentanan, kegembiraan, kehilangan, hingga akhirnya, penerimaan diri
Di akhir perjalanan, Innocent menyadari bahwa dunia memang penuh ketidakpastian, tetapi juga penuh kemungkinan. Pesan sederhana namun kuat: segala sesuatu mungkin terjadi.
Kembali ke Akar Sirkus
Secara artistik, Kooza dikenal sebagai salah satu pertunjukan Cirque du Soleil yang paling dekat dengan format sirkus tradisional.
Di dalamnya ada berbagai disiplin klasik seperti aksi high wire (tali tinggi), teeterboard yang memacu adrenalin, kontorsionis dengan kelenturan ekstrem, hingga badut dengan humor fisik yang segar.
Namun semuanya dikemas dengan tata cahaya dramatis, musik live yang dinamis, kostum penuh detail, serta narasi visual yang kuat.
Produksi ini melibatkan ebih dari 120 kru tur, 53 performer internasional, sekitar 175 kostum unik, serta lebih dari 1.200 elemen kostum termasuk topi, sepatu, dan property lainnya.
Kata Juie, setiap kostum dirancang bukan hanya untuk estetika, tetapi juga keamanan dan kenyamanan — seperti “kulit kedua” bagi para artis.
Tur Dunia yang Mendunia
Sejak debutnya, Kooza telah menjelajah berbagai belahan dunia dan menjadi salah satu produksi tur Cirque du Soleil yang paling dicintai.
Pertunjukan ini tak hanya telah tampil di puluhan kota besar dunia dan menjangkau berbagai benua, sera ditonton jutaan penonton dari berbagai latar belakang. Lebih dari itu, daya tarik utamanya terletak pada keseimbangan antara nostalgia sirkus klasik dan kemegahan pertunjukan modern.
Di balik aksi berbahaya dan visual memukau, ada perhatian besar terhadap kesejahteraan para artis.
"Dalam setiap tur, terdapat tim khusus yang terdiri dari pelatih kebugaran dan terapis untuk menjaga kondisi fisik para performer," jelas Julie.
Beberapa artis bahkan telah berkarier di dunia sirkus selama puluhan tahun.
"Kita tak akan menyangka ada performer yang sudah berusia 60 tahun, tapi banyak orang mengira ia berusia 40 tahun," kata Julie lagi.
Ini menunjukkan bahwa dengan disiplin, teknik yang tepat, dan dukungan tim, seni pertunjukan akrobatik bisa menjadi karier jangka panjang.
Lebih dari Sekadar Pertunjukan
Bagi Cirque du Soleil, Kooza bukan hanya tontonan, tetapi pengalaman emosional yang membawa penonton kembali pada rasa takjub masa kecil.
Dari seorang badut yang bermain layangan sendirian, sebuah kotak misterius, hingga dunia penuh keajaiban yang terbuka lebar — Kooza mengingatkan kita bahwa imajinasi adalah pintu menuju kemungkinan tanpa batas.
Buat Anda yang penasaran dengan pertunjukan sirkus tradisional namun dalam wajah modern, Kooza bisa disaksikan di Bayfront Event Space - 12A Bayfront Ave, Singapore, hingga tanggal 29 Maret 2026, dengan harga tiket mulai dari S$98 atau Rp1,6 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Ramalan 12 Shio di Tahun Kuda Api 2026: Karier, Keuangan, dan Asmara
-
Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Bacaan Surat Pendeknya
-
Apa Boleh Puasa Pertama Ikut NU dan Pemerintah, tapi Lebaran Ikut Muhammadiyah?
-
Lipstik Warna Cokelat Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Elegan
-
Cara Daftar Mudik Gratis Pemprov Jawa Tengah 2026: Ini Syarat dan Jadwal Keberangkatan
-
Minim Operasi dan Downtime, Teknologi XERF Jadi Sorotan: Apa Itu?
-
7 Lipstik yang Melembapkan, Anti Bibir Kering dan Pucat Meski Berpuasa
-
Viral, Intip 3 Spot Foto Imlek Tercantik di PIK: Ada Naga Terpanjang se-Indonesia!
-
Viva Moisturizer Gel untuk Kulit Apa? Ini 3 Pilihan Produk buat Atasi Masalah Kulitmu
-
Cinematic Yoga, Konsep Baru Mindfulness untuk Masyarakat Urban