Lifestyle / Female
Selasa, 17 Februari 2026 | 15:42 WIB
Ilustrasi - Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan. (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Wanita haid dilarang puasa dan salat saat Ramadan.
  • Namun, banyak amalan lain yang bisa dilakukan untuk meraih pahala.
  • Amalan yang diizinkan bagi wanita haid mencakup zikir, mendengar kajian, hingga belajar agama.

Suara.com - Bulan Ramadan adalah momen yang sangat dinantikan oleh setiap Muslim. Namun, bagi kaum wanita, ada siklus biologis rutin yaitu haid yang membuat mereka tidak diperbolehkan menjalankan ibadah utama seperti salat dan puasa.

Sering kali karena haid, wanita merasa sedih atau "tertinggal" karena tidak bisa beribadah secara maksimal di bulan suci ini.

Namun, sebagaimana dijelaskan oleh Ustaz Khalid Basalamah dalam video Mutiara Ramadhan, wanita yang sedang haid sebenarnya tidak sedang "libur" beribadah.

Ia menekankan bahawa haid bukanlah penghalang untuk meraih pahala yang besar di bulan Ramadan.

Secara syariat, wanita haid memang dilarang melakukan beberapa ibadah spesifik, di antaranya:

  • Melaksanakan salat dan berpuasa.
  • Berhubungan biologis dengan pasangan.
  • Menyentuh fisik mushaf Al-Qur'an dan melakukan tawaf.

Meski demikian, Ustaz Khalid menekankan prinsip penting. "Bahwasanya apa yang bisa Anda lakukan adalah semua selain yang dilarang. Jadi boleh saja Anda lakukan yang tidak dilarang," ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Khalid Basalamah Official, Selasa (17/2/2026).

Ilustrasi - Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadan. (Pexels)

Artinya, peluang wanita yang sedah haid untuk meraih pahala saat Ramadan tetap terbuka lebar di bidang-bidang lainnya. Lantas, amalan apa saja yang bisa dilakukan?

1. Zikir dan Belajar Agama

Salah satu amalan termudah namun berpahala besar adalah berzikir. Wanita haid tetap diperbolehkan membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil kapan pun dan di mana pun.

Selain itu, Anda tetap bisa mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an melalui perangkat digital.

Baca Juga: Kapan Salat Tarawih 2026? Ini 1 Ramadan Versi Muhammadiyah, NU, Pemerintah

Menambah wawasan keagamaan juga menjadi poin penting. Anda bisa menghadiri majelis ilmu yang tidak bertempat di dalam ruang utama masjid atau menyimak kajian-kajian keislaman secara daring dari rumah.

Hal ini menjaga hati tetap terpaut pada ketaatan meski fisik sedang berhalangan.

2. Pahala Melayani dan Berbagi

Ramadan adalah bulan kedermawanan. Bagi wanita haid, ladang pahala yang sangat besar ada pada pelayanan kepada keluarga.

Ustaz Khalid menjelaskan bahwa menyediakan hidangan buka puasa dan sahur untuk orang yang berpuasa akan mendatangkan pahala yang luar biasa.

Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa siapa yang memberi makan orang berbuka, ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.

Selain itu, wanita yang sedang haid bisa memaksimalkan amalan saat Ramadan dengan:

  • Bersedekah: Memberikan bantuan materi kepada mereka yang membutuhkan.
  • Berbakti kepada orang tua dan silaturahim: Menghubungi kerabat atau menjenguk orang sakit.
  • Mendidik anak: Membacakan buku-buku agama atau mengajarkan akhlak mulia kepada buah hati.
  • Melayani suami: Menyiapkan keperluan kerja, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari lainnya dengan niat ibadah.

Itulah beberapa amalan wanita haid saat Ramadan yang bisa dilakukan.
Jangan biarkan kondisi haid membuat semangat Ramadan Anda luntur.

Anggaplah masa haid sebagai waktu istirahat fisik yang diberikan Allah, namun tetaplah sibukkan diri dengan amal saleh yang diperbolehkan.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memotivasi para muslimah untuk tetap produktif beribadah di bulan suci!

Load More