Lifestyle / Komunitas
Selasa, 17 Februari 2026 | 20:39 WIB
Ilustrasi Ramadan (pexels.com/Ahmed Aqtai)
Baca 10 detik
  • Penetapan awal Ramadan selalu jadi perhatian, termasuk perbandingan jadwal puasa Indonesia dan Arab Saudi.
  • Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 melalui sidang isbat.
  • Banyak orang ingin tahu kapan Arab Saudi mulai puasa dan apakah sama dengan Indonesia.

Konfirmasi ini datang setelah pihak berwenang melaporkan bahwa hilal tidak terlihat pada Selasa malam.

Malaysia

Pihak berwenang di Malaysia mengatakan hilal yang menandai dimulainya Ramadan tidak terlihat pada hari Selasa.

Sehingga ditetapkan bahwa hari Rabu, 18 Februari 2026 akan menandai hari terakhir bulan Sya'ban, dan bulan puasa akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Brunei Darusalam

Brunei secara resmi telah mengkonfirmasi dimulainya Ramadan 2026, dengan hari pertama puasa akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari.

Negara ini akan memperingati hari pertama Ramadan sebagai hari libur nasional, sesuai dengan pengumuman kalender Islamnya.

Singapura

Mufti Singapura telah mengkonfirmasi bahwa hari Kamis, 19 Februari 2026, akan menandai hari pertama Ramadan.

Pengumuman ini disampaikan setelah bulan sabit tidak terlihat pada malam yang diharapkan, sesuai dengan pengamatan astronomi dan keagamaan negara tersebut.

Prancis

Prancis telah mengkonfirmasi bahwa puasa akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari. Dewan Agama Islam Prancis mendasarkan keputusannya pada perhitungan astronomi yang menunjukkan konjungsi bulan baru pada hari Selasa, 17 Februari pukul 13.01 waktu Paris.

Oman

Oman mengumumkan bahwa Kamis, 19 Februari akan menandai dimulainya Ramadan 1447 H. Komite utama penentuan awal bulan Hijriah mengkonfirmasi bahwa Rabu, 18 Februari akan mengakhiri bulan Sya'ban.

Baca Juga: Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag

Australia

Australia telah mengumumkan bahwa Ramadan 1447 H akan dimulai pada hari Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan perhitungan astronomi.

Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh Dewan Fatwa Australia setelah konsultasi yang dipimpin oleh Mufti Besar Dr. Ibrahim Abu Mohamad.

Load More