Lifestyle / Komunitas
Rabu, 18 Februari 2026 | 07:13 WIB
ilustrasi memakai sunscreen (freepik/gpointstudio)
Baca 10 detik
  • Sunscreen yang tidak cocok dapat memicu dermatitis kontak alergi atau fotoalergi.
  • Gejala serius ketidakcocokan mencakup pembengkakan, ruam, biduran, hingga potensi lepuhan pada kulit.
  • Untuk menguji kecocokan, disarankan melakukan patch test di lengan.

Suara.com - Sunscreen atau tabir surya menjadi skincare paling krusial untuk melindungi kulit dari sinar UV matahari yang berbahaya. Namun, tidak semua orang cocok dengan bahan-bahan di dalamnya.

Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi atau iritasi terhadap sunscreen, yang dikenal sebagai dermatitis kontak alergi atau fotoalergi. Reaksi ini bisa muncul segera setelah pemakaian atau setelah terpapar sinar matahari.

Menurut para ahli, reaksi ini jarang terjadi tapi bisa sangat mengganggu. Jika kamu mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter kulit.

Berikut adalah 10 ciri-ciri utama yang menandakan Anda mungkin tidak cocok memakai sunscreen, beserta penjelasannya.

1. Kulit Merah dan Radang

Salah satu tanda pertama adalah munculnya kemerahan pada kulit di area yang diolesi sunscreen. Ini bisa terlihat seperti pola titik-titik kecil atau area merah merata, mirip dengan dermatitis kontak.

Kemerahan ini sering kali memburuk setelah terpapar sinar matahari dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan.

2. Gatal yang Intens

Gatal adalah gejala umum dari alergi sunscreen. Kulit terasa gatal parah, terutama di wajah, lengan, atau leher.

Baca Juga: Budget Rp30 Ribu, Mending Beli Sunscreen Apa? Ini 6 Pilihan Murah yang Sudah BPOM

Ini bisa dimulai dalam hitungan menit setelah aplikasi atau beberapa jam kemudian, dan semakin parah jika digaruk.

3. Bengkak pada Kulit

Pembengkakan bisa terjadi di area sensitif seperti mata atau bibir.

Ini menandakan reaksi iritasi yang lebih serius, di mana kulit membengkak karena respons imun tubuh terhadap bahan kimia seperti oxybenzone.

4. Ruam atau Rash

Ruam merah berbentuk bercak atau pola tidak beraturan sering muncul.

Ini bisa mirip dengan sunburn tapi hanya di area yang diolesi sunscreen. Ruam ini biasanya disertai sensasi panas atau terbakar.

5. Biduran (Hives)

Munculnya benjolan merah yang gatal dan membengkak seperti biduran adalah tanda alergi. Ini bisa menyebar ke area lain jika reaksi parah.

6. Lepuhan atau Blister

Dalam kasus yang lebih parah, kulit bisa melepuh berisi cairan.

Ini mirip dengan luka bakar tapi disebabkan oleh reaksi alergi, dan bisa meninggalkan bekas jika tidak ditangani.

7. Kulit Mengelupas atau Bersisik

Kulit menjadi kering, mengelupas, atau bersisik setelah pemakaian.

Ini sering terjadi pada reaksi iritan kontak, di mana bahan seperti alkohol atau pewangi memicu iritasi.

8. Sensasi Terbakar atau Nyeri

Ada rasa terbakar atau nyeri pada kulit, terutama saat sunscreen baru dioles.

Ini bisa menjadi tanda intoleransi terhadap bahan kimia tertentu.

9. Pendarahan atau Luka Terbuka

Jarang, tapi jika ruam digaruk berlebihan, bisa menyebabkan pendarahan atau kulit pecah-pecah. Ini meningkatkan risiko infeksi.

10. Reaksi Sistemik Parah

Dalam kasus ekstrem, seperti anafilaksis, bisa timbul kesulitan bernapas atau pembengkakan seluruh tubuh. Ini memerlukan perawatan medis segera.

Reaksi tidak cocok dengan sunscreen bisa disebabkan oleh bahan kimia seperti oxybenzone, avobenzone, atau bahkan pewangi dan pengawet. Beberapa orang lebih rentan, terutama yang memiliki riwayat alergi kulit atau menggunakan obat-obatan tertentu seperti antibiotik.

Untuk mencegah, lakukan patch test terlebih dahulu. Oleskan sedikit sunscreen di lengan dalam dan tunggu 24-48 jam. Jika tidak ada reaksi, kemungkinan aman.

Jika kamu mengalami ciri-ciri di atas, bersihkan kulit dengan air dingin dan gunakan krim kortikosteroid untuk meredakan gejala. Namun, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis akurat, mungkin melalui patch testing.

Load More