- Sunscreen yang tidak cocok dapat memicu dermatitis kontak alergi atau fotoalergi.
- Gejala serius ketidakcocokan mencakup pembengkakan, ruam, biduran, hingga potensi lepuhan pada kulit.
- Untuk menguji kecocokan, disarankan melakukan patch test di lengan.
Suara.com - Sunscreen atau tabir surya menjadi skincare paling krusial untuk melindungi kulit dari sinar UV matahari yang berbahaya. Namun, tidak semua orang cocok dengan bahan-bahan di dalamnya.
Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi atau iritasi terhadap sunscreen, yang dikenal sebagai dermatitis kontak alergi atau fotoalergi. Reaksi ini bisa muncul segera setelah pemakaian atau setelah terpapar sinar matahari.
Menurut para ahli, reaksi ini jarang terjadi tapi bisa sangat mengganggu. Jika kamu mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter kulit.
Berikut adalah 10 ciri-ciri utama yang menandakan Anda mungkin tidak cocok memakai sunscreen, beserta penjelasannya.
1. Kulit Merah dan Radang
Salah satu tanda pertama adalah munculnya kemerahan pada kulit di area yang diolesi sunscreen. Ini bisa terlihat seperti pola titik-titik kecil atau area merah merata, mirip dengan dermatitis kontak.
Kemerahan ini sering kali memburuk setelah terpapar sinar matahari dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan.
2. Gatal yang Intens
Gatal adalah gejala umum dari alergi sunscreen. Kulit terasa gatal parah, terutama di wajah, lengan, atau leher.
Baca Juga: Budget Rp30 Ribu, Mending Beli Sunscreen Apa? Ini 6 Pilihan Murah yang Sudah BPOM
Ini bisa dimulai dalam hitungan menit setelah aplikasi atau beberapa jam kemudian, dan semakin parah jika digaruk.
3. Bengkak pada Kulit
Pembengkakan bisa terjadi di area sensitif seperti mata atau bibir.
Ini menandakan reaksi iritasi yang lebih serius, di mana kulit membengkak karena respons imun tubuh terhadap bahan kimia seperti oxybenzone.
4. Ruam atau Rash
Ruam merah berbentuk bercak atau pola tidak beraturan sering muncul.
Ini bisa mirip dengan sunburn tapi hanya di area yang diolesi sunscreen. Ruam ini biasanya disertai sensasi panas atau terbakar.
5. Biduran (Hives)
Munculnya benjolan merah yang gatal dan membengkak seperti biduran adalah tanda alergi. Ini bisa menyebar ke area lain jika reaksi parah.
6. Lepuhan atau Blister
Dalam kasus yang lebih parah, kulit bisa melepuh berisi cairan.
Ini mirip dengan luka bakar tapi disebabkan oleh reaksi alergi, dan bisa meninggalkan bekas jika tidak ditangani.
7. Kulit Mengelupas atau Bersisik
Kulit menjadi kering, mengelupas, atau bersisik setelah pemakaian.
Ini sering terjadi pada reaksi iritan kontak, di mana bahan seperti alkohol atau pewangi memicu iritasi.
8. Sensasi Terbakar atau Nyeri
Ada rasa terbakar atau nyeri pada kulit, terutama saat sunscreen baru dioles.
Ini bisa menjadi tanda intoleransi terhadap bahan kimia tertentu.
9. Pendarahan atau Luka Terbuka
Jarang, tapi jika ruam digaruk berlebihan, bisa menyebabkan pendarahan atau kulit pecah-pecah. Ini meningkatkan risiko infeksi.
10. Reaksi Sistemik Parah
Dalam kasus ekstrem, seperti anafilaksis, bisa timbul kesulitan bernapas atau pembengkakan seluruh tubuh. Ini memerlukan perawatan medis segera.
Reaksi tidak cocok dengan sunscreen bisa disebabkan oleh bahan kimia seperti oxybenzone, avobenzone, atau bahkan pewangi dan pengawet. Beberapa orang lebih rentan, terutama yang memiliki riwayat alergi kulit atau menggunakan obat-obatan tertentu seperti antibiotik.
Untuk mencegah, lakukan patch test terlebih dahulu. Oleskan sedikit sunscreen di lengan dalam dan tunggu 24-48 jam. Jika tidak ada reaksi, kemungkinan aman.
Jika kamu mengalami ciri-ciri di atas, bersihkan kulit dengan air dingin dan gunakan krim kortikosteroid untuk meredakan gejala. Namun, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis akurat, mungkin melalui patch testing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Apakah Pakai Obat Kumur Membatalkan Puasa? Ini 5 Rekomendasinya
-
Terpopuler: Lipstik Matte yang Nyaman Dipakai saat Puasa, Amalan Wanita Haid
-
4 Rekomendasi Skincare Viva Cosmetics Penghilang Dark Spot, Harga Murah Meriah
-
Arab Saudi Puasa Tanggal Berapa? Indonesia Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026
-
Kapan Sholat Tarawih Pertama 2026? Muhammadiyah dan Pemerintah Resmi Beda Waktu Mulai
-
7 Pilihan Sepeda Lipat Rp500 Ribuan yang Bisa Masuk KRL, Murah Rangka Kuat
-
3 Doa Buka Puasa Ramadan Shahih, Kapan Waktu Mustajab Membacanya?
-
Rekomendasi Menu Sahur Kenyang dan Sehat dari Dokter Tirta, Biar Gak Cepat Lapar!
-
Air Wudhu Tidak Sengaja Tertelan saat Puasa, Bagaimana Hukumnya?
-
5 Pilihan Merek Kurma Tanpa Gula Tambahan: Manis Alami dan Lebih Sehat