- Sunscreen yang tidak cocok dapat memicu dermatitis kontak alergi atau fotoalergi.
- Gejala serius ketidakcocokan mencakup pembengkakan, ruam, biduran, hingga potensi lepuhan pada kulit.
- Untuk menguji kecocokan, disarankan melakukan patch test di lengan.
Ini bisa mirip dengan sunburn tapi hanya di area yang diolesi sunscreen. Ruam ini biasanya disertai sensasi panas atau terbakar.
5. Biduran (Hives)
Munculnya benjolan merah yang gatal dan membengkak seperti biduran adalah tanda alergi. Ini bisa menyebar ke area lain jika reaksi parah.
6. Lepuhan atau Blister
Dalam kasus yang lebih parah, kulit bisa melepuh berisi cairan.
Ini mirip dengan luka bakar tapi disebabkan oleh reaksi alergi, dan bisa meninggalkan bekas jika tidak ditangani.
7. Kulit Mengelupas atau Bersisik
Kulit menjadi kering, mengelupas, atau bersisik setelah pemakaian.
Ini sering terjadi pada reaksi iritan kontak, di mana bahan seperti alkohol atau pewangi memicu iritasi.
Baca Juga: Budget Rp30 Ribu, Mending Beli Sunscreen Apa? Ini 6 Pilihan Murah yang Sudah BPOM
8. Sensasi Terbakar atau Nyeri
Ada rasa terbakar atau nyeri pada kulit, terutama saat sunscreen baru dioles.
Ini bisa menjadi tanda intoleransi terhadap bahan kimia tertentu.
9. Pendarahan atau Luka Terbuka
Jarang, tapi jika ruam digaruk berlebihan, bisa menyebabkan pendarahan atau kulit pecah-pecah. Ini meningkatkan risiko infeksi.
10. Reaksi Sistemik Parah
Dalam kasus ekstrem, seperti anafilaksis, bisa timbul kesulitan bernapas atau pembengkakan seluruh tubuh. Ini memerlukan perawatan medis segera.
Reaksi tidak cocok dengan sunscreen bisa disebabkan oleh bahan kimia seperti oxybenzone, avobenzone, atau bahkan pewangi dan pengawet. Beberapa orang lebih rentan, terutama yang memiliki riwayat alergi kulit atau menggunakan obat-obatan tertentu seperti antibiotik.
Untuk mencegah, lakukan patch test terlebih dahulu. Oleskan sedikit sunscreen di lengan dalam dan tunggu 24-48 jam. Jika tidak ada reaksi, kemungkinan aman.
Jika kamu mengalami ciri-ciri di atas, bersihkan kulit dengan air dingin dan gunakan krim kortikosteroid untuk meredakan gejala. Namun, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis akurat, mungkin melalui patch testing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jangan Asal Ikut Tren! Teknologi AI Kini Bisa Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare
-
4 Air Cooler Sharp Termurah di Shopee, Daya Listrik Mulai 50 Watt
-
Wewangian Terinspirasi Musim Panas dari Timur Tengah, Sentuhan Segar yang Cocok untuk Iklim Tropis
-
Apa Itu Makeup Patchy? Ini 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya agar Wajah Mulus
-
Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
-
Perempuan Desa Tak Lagi di Balik Layar, Kini Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
-
4 Cushion Budget Friendly di Bawah Rp60 Ribu, Lebih Murah dari Viva Velvet Cushion
-
5 Sepatu Nike Vomero Plus yang Nyaman untuk Lari Jarak Jauh Andalan dr Tirta
-
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
-
Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis