- Studi CV Villas mengidentifikasi destinasi laut paling nyaman berdasarkan standar suhu WHO (26–30°C) dan faktor alam lainnya.
- Gili Trawangan di Indonesia meraih peringkat teratas sebagai destinasi dengan kondisi laut terbaik untuk berenang secara global.
- Lebih dari separuh destinasi terbaik adalah pulau karena garis pantai terlindungi dan perairan yang cenderung lebih tenang.
Menariknya, studi ini juga menyoroti meningkatnya tren “swimming holidays”—liburan yang menjadikan berenang di laut sebagai aktivitas utama, bukan sekadar pelengkap. Pencarian terkait konsep ini meningkat 18% dalam setahun terakhir.
Berenang di laut memang bukan hanya soal rekreasi. Aktivitas ini terbukti secara ilmiah bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Air laut yang hangat dan kondisi cuaca yang mendukung membantu tubuh lebih rileks, memperbaiki suasana hati, hingga meningkatkan kualitas tidur.
Menurut Hannah Marshall, Marketing Manager CV Villas, semakin banyak wisatawan yang kini memilih vila tepi pantai agar bisa menikmati laut secara maksimal.
“Air yang tenang, suhu hangat yang konsisten, angin yang pas, langit cerah, dan indeks UV yang aman memungkinkan wisatawan benar-benar menikmati keindahan ruang biru di destinasi pesisir,” ujarnya.
Inspirasi Liburan Berikutnya?
Bagi kamu yang merencanakan liburan tropis atau bahkan “Euro-summer”, daftar ini bisa jadi referensi menarik. Meski destinasi Eropa cenderung memiliki suhu laut lebih dingin di musim dingin, beberapa wilayah seperti Yunani, Italia, Spanyol, dan Prancis tetap menawarkan kondisi berenang yang nyaman sepanjang tahun.
Namun untuk pengalaman berenang paling optimal secara global, Gili Trawangan kini resmi menyandang gelar sebagai surga laut paling nyaman di dunia.
Siap memasukkan destinasi ini ke dalam bucket list liburan berikutnya?
Baca Juga: Imlek di Tepi Laut Jakarta: Sensasi Unik Perayaan yang Tak Akan Anda Temukan di Tempat Lain!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik