- Bangun pagi dikaitkan dengan kecerdasan dan produktivitas lebih tinggi.
- Morning person juga cenderung lebih bahagia dan sehat.
- Penelitian menunjukkan ada lima sifat langka yang mereka miliki.
Suara.com - Bangun pagi sering dikaitkan dengan kebiasaan positif dan gaya hidup yang lebih teratur. Banyak tokoh sukses dikenal sebagai early riser atau orang yang terbiasa memulai hari sejak fajar menyingsing.
Meski tidak semua orang nyaman dengan rutinitas ini, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan bangun pagi memiliki kaitan dengan karakter dan pencapaian tertentu.
Di tengah perdebatan antara morning person dan night owl, sains mencoba melihatnya dari sudut pandang berbeda. Apakah benar bangun pagi membuat seseorang lebih unggul? Atau sekadar preferensi biologis yang berbeda?
Mengutip dari laman Your Tango, ada lima kepribadian unik yang kerap dimiliki oleh orang yang terbiasa bangun pagi saat matahari baru terbit. Berikut penjelasannya.
1. Lebih Cerdas
Sebuah studi dari University of Texas menemukan bahwa mahasiswa yang mengidentifikasi diri sebagai early riser meraih nilai akademik lebih tinggi dibandingkan mereka yang cenderung begadang. Dalam laporan tersebut, perbedaan nilainya bahkan bisa mencapai satu tingkat huruf penuh.
Orang yang bangun pagi juga cenderung memiliki kebiasaan menetapkan tujuan tinggi dan merencanakan masa depan dengan lebih terstruktur. Pola pikir ini berkontribusi pada pencapaian akademik maupun profesional.
2. Lebih Bahagia
Penelitian yang sama menunjukkan bahwa kelompok yang bangun pagi melaporkan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan night owl. Paparan cahaya matahari pagi diyakini berperan sebagai peningkat suasana hati alami karena membantu mengatur hormon tubuh.
Baca Juga: 5 Kepribadian Orang yang Menyukai Langit, Ini Tanda dan Karakternya
Selain itu, bangun lebih awal memberikan ruang untuk melakukan aktivitas yang disukai, seperti membaca, berolahraga ringan, atau sekadar menikmati waktu tenang sebelum hari menjadi sibuk. Rutinitas ini dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional.
3. Lebih Sehat
Bangun pagi berkaitan erat dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme yang teratur membantu kualitas tidur menjadi lebih baik dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Orang yang bangun lebih awal juga memiliki kesempatan berolahraga sebelum memulai aktivitas harian.
Aktivitas fisik di pagi hari memberikan efek positif sepanjang hari, mulai dari peningkatan energi hingga metabolisme yang lebih stabil. Meski begitu, perlu diingat bahwa sekadar bangun pagi tanpa aktivitas fisik tidak otomatis memberikan manfaat kebugaran.
4. Lebih Produktif
Penelitian dari University of Education di Heidelberg menemukan bahwa early riser cenderung merasa lebih produktif dan memiliki kontrol lebih besar atas jadwal harian. Waktu pagi sering kali minim distraksi, sehingga konsentrasi lebih mudah terjaga.
Sebagian orang juga merasa tidak perlu bergantung pada stimulan seperti kafein untuk mencapai fokus optimal di pagi hari. Rutinitas yang konsisten menjadi kunci dalam membangun produktivitas jangka panjang. Dengan memulai hari lebih awal, perencanaan dan penyelesaian tugas dapat dilakukan lebih terstruktur.
5. Lebih Percaya Diri
Riset dari James Madison University menunjukkan bahwa mereka yang bangun sebelum fajar cenderung memiliki tingkat optimisme, kepuasan diri, dan kesadaran sosial yang lebih tinggi. Karakter ini berkaitan dengan rasa percaya diri serta kemampuan menghadapi tantangan sehari-hari.
Sikap optimis dan disiplin dalam mengatur waktu sering kali membentuk persepsi diri yang lebih positif. Hal ini bukan berarti night owl tidak memiliki kualitas tersebut, namun pola bangun pagi tampaknya berkorelasi dengan sejumlah karakter kuat yang mendukung perkembangan diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
9 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Buya Yahya, Lengkap dan Jelas!
-
Apa Niat Salat Tarawih dan Witir Sendiri? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
-
Kena Sanksi Gegara Istri, Berapa Lama Pengabdian 2n+1 Aryo Iwantoro yang Belum Diselesaikan?
-
Belajar dari Dwi Sasetyaningtyas, Bolehkah Alumni LPDP Pindah Kewarganegaraan?
-
Kronologi Lengkap Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Viral Karena 'Cukup Aku Aja WNI'
-
Cara Membuat Roti Canai yang Lembut dan Berserat, Mudah Dibuat di Rumah!
-
20 Link Gambar Ramadan Gratis yang Bisa Di-Download untuk Konten dan Desain
-
Iftar di Hotel, Tradisi Berbuka yang Kini Jadi Gaya Hidup Ramadan
-
Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Ini Asal Usul Gamis Bini Orang yang Ramai Diburu
-
Apakah Mengupil Bisa Membatalkan Puasa? Hati-hati, Jangan Sampai Melewati Batas Ini