Lifestyle / Komunitas
Selasa, 26 Mei 2026 | 11:15 WIB
ilustrasi sholat Idul Adha (magnific/freepik)
Baca 10 detik
  • Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 1447 H jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.
  • Umat Islam melaksanakan sholat Idul Adha sebagai ibadah sunnah muakkadah yang dianjurkan berjamaah di lapangan atau masjid.
  • NU dan Muhammadiyah memiliki perbedaan teknis pelaksanaan sholat, namun keduanya tetap merujuk pada tuntunan Rasulullah SAW.

Suara.com - Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Zulhijah. Pada tahun 2026, Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, sesuai penetapan pemerintah dan Muhammadiyah menggunakan metode hisab.

Sholat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah dan sangat dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah di lapangan atau masjid. Meski NU dan Muhammadiyah sama-sama mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, terdapat sedikit perbedaan dalam penekanan dan detail pelaksanaan yang mencerminkan corak keberagamaan masing-masing.

Persiapan Sholat Idul Adha

Menurut NU:

  • Dianjurkan mandi sunnah, memakai pakaian terbaik, dan memakai wangi-wangian.
  • Berangkat ke tempat sholat dengan berjalan kaki sambil membaca takbir.
  • Tidak makan sebelum sholat (berbeda dengan Idul Fitri).
  • Sholat Id dilakukan dua rakaat diikuti khutbah.

Menurut Muhammadiyah:

  • Serupa dengan NU, dianjurkan berhias, memakai wangi-wangian, dan tidak makan sebelum sholat Idul Adha.
  • Sholat Idul Adha dikerjakan dua rakaat tanpa sholat sunnah qabliyah maupun ba’diyah.
  • Lebih menekankan pelaksanaan di lapangan terbuka jika memungkinkan.

Tata Cara Sholat Idul Adha Versi NU

Sholat Idul Adha versi Nahdlatul Ulama mengikuti mazhab Syafi’i dengan rincian sebagai berikut:

1. Niat (dilafalkan atau dalam hati):

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah Ta’ala.

2. Takbiratul Ihram sambil mengangkat tangan, kemudian membaca doa iftitah.

3. Rakaat Pertama:

Baca Juga: Zikir dan Doa Tambahan untuk Hari Arafah Agar Semua Hajat Terkabul

Takbir tambahan 7 kali (selain takbiratul ihram). Setiap takbir diiringi bacaan:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Kemudian membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan surat Al-A’la).

4. Rakaat Kedua:

Takbir tambahan 5 kali setelah bangkit dari sujud terakhir rakaat pertama.

Bacaan antara takbir sama seperti rakaat pertama. Kemudian Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan surat Al-Ghasyiyah).

Lanjutkan rukuk, sujud, duduk, dan salam.

Load More