Lifestyle / Female
Selasa, 24 Februari 2026 | 12:55 WIB
Contoh Gamis Bini Orang yang dijual di pasaran [shopee]

Suara.com - Tren busana muslim Ramadan hingga Lebaran 2026 memang diramaikan oleh kemunculan gamis “Bini Orang”. Namun, tahukah Anda dari mana asal nama "Bini Orang"? Supaya tak berprasangka negatif, simak informasi berikut.

Gamis "Bini Orang" disebut berasal dari model gamis yang terinspirasi dari sosok Inara Rusli. Saat nama Inara tengah viral di media sosial, model gamis yang menyerupai gaya busananya ikut menjadi sorotan dan banyak dicari pembeli.

Untuk menarik perhatian pasar, pedagang kemudian menyebutnya sebagai "Gamis Inara". Namun, saat pakaian tersebut lekas beredar, sosok Inara Rusli kebetulan sedang ramai dilanda kasus, sehingga sejumlah pedagang pun lekas menjuluki gamis Inara menjadi gamis "Bini Orang", istilah yang dinilai lebih catchy dan mudah diingat.

"Di Tanah Abang, gamis ini mulanya disebut oleh pedagang dengan nama gamis Inara. Namun, karena tokoh bernama Inara ini lagi viral di media sosial, di sinilah pedagang bersahut-sahutan mengatakan bini orang-bini orang," ujar influencer dengan akun bernama @/arisvaraa.

Artinya, istilah “Bini Orang” bukan sekadar merujuk pada siapa yang memakainya, tetapi juga merupakan strategi pemasaran yang muncul di tengah momentum viral tersebut. Nama unik ini justru memperkuat daya tarik produk di pasaran, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.

Dari segi desain, gamis ini memang memiliki karakter layer bawah yang membentuk lengkungan lembut, sehingga memberikan siluet lebih dinamis dibanding gamis lurus klasik.

Beberapa model juga dilengkapi rompi lepas-pasang atau detail lengan berbentuk terompet, mengikuti tren busana muslim modern yang fleksibel dan feminin. Kain yang sering dipakai antara lain ceruty, satin doff, dan kombinasi brokat ringan agar tampilan tetap elegan tanpa berlebihan.

Untuk harga, gamis Bini Orang dijual dengan kisaran yang cukup variatif. Rata-rata berada di angka sekitar Rp300 ribu per potong, meski bisa berbeda tergantung bahan, motif, dan kualitas jahitan.

Material seperti satin premium, ceruty, atau kombinasi brokat ringan biasanya memengaruhi harga akhir di pasaran. Dengan membeli secara grosir atau di kodi, Anda sering kali bisa mendapatkan label harga lebih hemat.

Baca Juga: Cara Download Bukti Pemesanan BI Pintar saat Tukar Uang Baru

Fenomena ini menunjukkan bagaimana tren fesyen muslim dapat berkembang sangat cepat mengikuti isu yang viral di media sosial. Bagi Anda yang tertarik, penting untuk tetap memperhatikan kualitas bahan dan kenyamanan, bukan hanya nama yang sedang ramai diperbincangkan.

Trend gamis selain Bini Orang

Selain model “Bini Orang”, beberapa gamis lain juga diperkirakan bakal viral jelang Lebaran 2026. Salah satunya adalah gamis layer asimetris yang menampilkan draperi kain pada bagian depan atau sisi tertentu, memberi efek modern namun tetap sopan. Model ini biasanya dipadukan dengan warna pastel atau earth tone yang sedang naik daun.

Kemudian ada gamis satin floral bordir yang memadukan kain satin lembut dengan bordiran bunga halus di bagian dada atau pinggang. Desain ini sering dipilih sebagai pilihan pesta atau silaturahmi keluarga karena tampak classy namun tidak berlebihan.

Tak kalah menarik, gamis tunik + celana palazzo mulai banyak dicari oleh perempuan yang ingin kenyamanan ekstra tanpa meninggalkan kesopanan. Kombinasi two-piece ini memudahkan bergerak dan cocok untuk jamuan keluarga besar.

Dengan beragam pilihan model yang beredar, Anda bisa menyesuaikan busana Lebaran 2026 dengan selera, lokasi acara, serta kenyamanan fisik — terutama jika rencana mudik atau menghadiri banyak kunjungan silaturahmi. Semoga ini membantu Anda lebih mantap menentukan pilihan busana terbaik!

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Load More