- Masyarakat urban Jakarta kini mencari suasana Ramadan tenang di luar kota, memilih pantai untuk refleksi diri dan interaksi keluarga berkualitas.
- Menunggu waktu berbuka (ngabuburit) sambil menyaksikan matahari terbenam di cakrawala memberikan momen kontemplasi yang sulit didapatkan di antara gedung bertingkat.
- Dengan berkembangnya infrastruktur tol ke berbagai daerah penyangga, perjalanan ke luar kota kini tidak lagi memakan waktu lama.
Suara.com - Bulan suci Ramadan identik dengan momen kebersamaan, mulai dari tradisi buka puasa bersama (bukber) hingga reuni keluarga. Namun, di kota besar seperti Jakarta, esensi ketenangan bulan puasa sering kali tertutup oleh hiruk-pikuk kemacetan menjelang magrib dan antrean panjang di pusat perbelanjaan yang sesak.
Tren mencari lokasi berbuka puasa kini mulai bergeser. Masyarakat urban semakin mendambakan suasana yang lebih privat, tenang, dan menyatu dengan alam. Melarikan diri sejenak ke luar kota, khususnya destinasi tepi pantai, menjadi pilihan populer untuk menciptakan memori Ramadan yang berbeda.
Mengapa berbuka puasa dan menginap di tepi pantai bisa menjadi pengalaman yang jauh lebih berkesan?
Pertama, suasana alam mendukung refleksi diri. Deburan ombak dan angin laut yang sejuk secara alami menciptakan efek relaksasi yang mendalam. Menunggu waktu berbuka (ngabuburit) sambil menyaksikan matahari terbenam di cakrawala memberikan momen kontemplasi yang sulit didapatkan di antara gedung bertingkat. Suasana syahdu ini memperkuat rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Kedua, aktivitas bonding yang lebih berkualitas. Jauh dari gangguan gawai dan kebisingan kota, interaksi antaranggota keluarga atau kerabat menjadi lebih hangat. Kegiatan sederhana seperti berjalan menyusuri pantai atau bermain pasir bersama anak-anak sebelum berbuka puasa membangun kedekatan emosional yang lebih kuat dibandingkan dengan sekadar duduk diam menunggu pesanan makanan datang.
Ketiga, aksesibilitas yang semakin mudah. Dengan berkembangnya infrastruktur tol ke berbagai daerah penyangga, perjalanan ke luar kota kini tidak lagi memakan waktu lama. Hal ini memungkinkan warga Jakarta untuk menikmati "liburan singkat" tanpa harus mengorbankan banyak waktu dan tenaga di jalan.
Menjawab kebutuhan akan suasana Ramadan yang syahdu dan menenangkan tersebut, Tanjung Lesung Beach & Hotel hadir sebagai salah satu opsi destinasi terbaik di dekat Jakarta.
Oase Ketenangan di KEK Tanjung Lesung
Terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Banten seluas 1.500 hektare, Tanjung Lesung menawarkan paket lengkap bagi mereka yang ingin "kabur" sejenak dari rutinitas. Dengan latar pemandangan Gunung Anak Krakatau dan pantai berair jernih, lokasi ini menjadi tempat ideal untuk merayakan Ramadan dengan cara yang istimewa.
Baca Juga: Momen Langka: Anies Baswedan, Puan hingga Sufmi Dasco Bertemu di Bukber Partai NasDem
Direktur Utama Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan "Ramadan Escape Package" untuk mengakomodasi kebutuhan tamu akan ketenangan dan kebersamaan.
"Untuk paket Ramadan 2 hari 1 malam, harganya mulai Rp688 ribu net per malam, sudah termasuk sarapan atau sahur dan hidangan berbuka puasa atau makan malam, serta free takjil untuk dua orang per kamar. Periode ini berlaku hingga 19 Maret 2026," ujar Poernomo di kantornya.
Ragam Pilihan Berbuka
Pengunjung tidak harus menginap untuk menikmati suasana ini. Tanjung Lesung juga membuka akses bagi tamu yang hanya ingin berbuka puasa (walk-in guest) dengan harga sangat terjangkau.
"Untuk paket berbuka puasa dan bancakan, dimulai dengan Rp35 ribu per orang. Para tamu bisa berbuka puasa di tepi pantai di Pangrango Restaurant, Lalassa Beach Club, atau D’Kolecer Resto yang menciptakan pengalaman berbuka lebih berkesan," tambah pria yang juga menjabat sebagai CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Indonesia Chapter ini.
Aktivitas menunggu waktu berbuka di sini pun jauh dari kata membosankan. Pengunjung bisa gratis mengunjungi Mongolian Culture Center, bersepeda listrik, atau sekadar menikmati senja di Pantai Lalassa, Ladda, dan Bodur. Bagi yang ingin memacu adrenalin, tersedia pula watersport hingga tur udara menggunakan pesawat ringan Cessna.
Berita Terkait
-
4 Parfum Lokal dengan Sentuhan Aldehydes, Cocok Dipakai saat Bukber
-
Reuni, Bukber, dan Panggung Pencapaian yang Terselubung
-
Reuni, Bukber, dan Panggung Pencapaian Terselubung yang Haus Validasi
-
Bukber Kantor dan Dinamika Kuasa yang Tak Terucap
-
Bukber dan Unggahan Konten di Media Sosial: Silaturahmi atau Ajang FOMO?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kena OTT KPK, Bupati Tulungagung Gatut Sunu dari Partai Apa?
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Bukan Sekadar Lari dan Angkat Beban: Rahasia Lolos Hyrox dari Ekosistem Latihan hingga Recovery
-
Membuka Akses Lebih Luas: Peran SIS dalam Menghadirkan Pendidikan Internasional di Indonesia
-
Keuangan Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Finansial 11 April 2026
-
5 Serum Tranexamic Acid Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Membandel
-
Tren Pet Parenting Meningkat, PAW Expo 2026 Jadi Destinasi Wajib Pecinta Anabul
-
Terpopuler: Dicopot Dedi Mulyadi, Gaji Kepala Samsat Soekarno Hatta Segini Tapi Kekayaannya...
-
5 Lipstik Lokal untuk Makeup Bold, Warna Intens Elegan dan Tahan Seharian
-
Mengapa Benjamin Netanyahu Mengubah Namanya? Ini Nama Asli PM Israel