- Frame kacamata bagi pemakai hijab memerlukan desain khusus karena tangkai berbagi ruang dengan kain di area telinga dan pelipis.
- Pemilihan frame ideal menekankan tangkai ramping, material ringan, serta nosepad yang pas untuk kenyamanan aktivitas harian.
- Optik Tunggal meluncurkan agnès b. Hijab Series sebagai solusi frame yang ramping dan stabil menjelang Ramadan.
Suara.com - Hijabers dengan mata minus, pasti pernah mengalami frame yang terasa menekan di pelipis, mudah bergeser, atau ribet saat lepas-pasang karena tersangkut kain hijab. Itu sebabnya, penting banget memilih frame yang tepat, yang bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa jauh lebih nyaman.
Secara penggunaan, kacamata pada pemakai hijab memang memiliki tantangan tersendiri. Tangkai frame harus berbagi ruang dengan kain hijab di area telinga dan pelipis. Jika desainnya terlalu tebal atau berat, tekanan bisa terasa lebih cepat dan membuat tidak nyaman dipakai seharian.
Belum lagi aktivitas berulang seperti berwudhu, memakai masker, menggunakan headset, hingga merapikan hijab yang membuat kacamata harus sering dilepas dan dipasang. Di sinilah desain frame yang praktis dan ergonomis menjadi penting.
1. Pilih Frame dengan Tangkai Ramping dan Halus
Frame dengan tangkai ramping cenderung lebih ramah untuk pemakai hijab karena tidak menumpuk di area pelipis. Permukaan yang halus juga membantu kacamata lebih mudah diselipkan tanpa menarik atau menggeser lipatan hijab.
Desain tangkai yang menyatu dari depan hingga belakang frame biasanya memberikan distribusi tekanan yang lebih seimbang, sehingga terasa stabil saat digunakan dalam waktu lama.
2. Utamakan Material Ringan untuk Aktivitas Seharian
Kacamata yang ringan bukan hanya soal estetika, tetapi juga kenyamanan jangka panjang. Saat puasa, tubuh cenderung lebih sensitif terhadap rasa tidak nyaman, termasuk tekanan di area wajah.
Frame ringan membantu mengurangi beban di hidung dan telinga, terutama bagi perempuan berhijab yang mengenakan kacamata sejak pagi hingga malam.
Baca Juga: Apa Fungsi Kacamata Lari? Intip 6 Rekomendasi Terbaiknya Mulai Rp300 Ribuan
3. Perhatikan Nosepad agar Tidak Mudah Melorot
Nosepad dengan ketinggian yang pas berperan penting menjaga posisi frame tetap stabil. Ini sangat membantu saat berpindah aktivitas, dari menatap layar laptop, berjalan, hingga aktivitas ibadah yang membutuhkan gerakan lebih sering.
Kacamata yang stabil juga mengurangi kebiasaan menyentuh atau membetulkan posisi frame berulang kali, yang kadang tanpa sadar mengganggu kerapian hijab.
4. Mudah Lepas-Pasang Tanpa Mengganggu Hijab
Salah satu kebutuhan utama hijabers adalah frame yang praktis saat dilepas dan dipakai kembali. Desain yang ergonomis akan meminimalkan risiko hijab bergeser di area pelipis, terutama saat berwudhu atau berganti aktivitas.
Pengalaman lepas–pasang yang nyaman sering kali menjadi faktor yang baru terasa setelah digunakan sehari penuh, bukan hanya saat mencoba di toko.
5. Tetap Stylish, Tapi Fungsional
Gaya tetap penting. Frame dengan desain simpel dan proporsi seimbang biasanya lebih mudah dipadukan dengan berbagai gaya hijab dan outfit, dari formal hingga kasual.
Menjawab kebutuhan tersebut, Optik Tunggal menghadirkan agnès b. Hijab Series sebagai koleksi kurasi untuk pasar Indonesia menjelang Ramadan. Koleksi ini menekankan desain ramping, ringan, serta kemudahan penggunaan bagi perempuan berhijab dengan mobilitas tinggi.
Menurut Direktur Operasional Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, kenyamanan visual merupakan bagian penting dari pengalaman sehari-hari perempuan modern. Terlebih di bulan Ramadan, ketika aktivitas tetap berjalan dinamis meski dalam kondisi berpuasa.
Koleksi ini juga dirancang dengan detail tangkai halus, konstruksi seimbang, serta dukungan nosepad yang membantu menjaga posisi frame tetap stabil selama penggunaan berulang, mulai dari bekerja, beribadah, hingga aktivitas personal seperti memakai headset atau masker.
Pada akhirnya, memilih kacamata untuk pemakai hijab bukan sekadar soal model yang lucu atau sedang tren. Kenyamanan, stabilitas, dan kemudahan penggunaan justru menjadi faktor utama agar kacamata bisa benar-benar mendukung aktivitas, bukan malah jadi distraksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Apa Perbedaan Sepatu Slip On dan Loafer? Ini 5 Rekomendasi Terbaik yang Ekstra Nyaman
-
10 Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang Masih Buka Pendaftaran, Cek di Sini!
-
Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta
-
5 Shio Paling Beruntung pada 25 Februari - 1 Maret 2026, Banjir Rezeki!
-
9 Tips Puasa Anti Haus, Hindari Minum Ini Biar Kuat sampai Maghrib
-
Jenis Buah yang Baik dan Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa
-
Sering Lupa Baca Doa Buka Puasa, Bagaimana Hukumnya?
-
Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya
-
5 Cushion dengan Refill yang Lebih Hemat dan Praktis Mulai Rp70 Ribuan
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan