- Optik Tunggal dan Mayapada Eye Centre (MEC) meluncurkan layanan vision care terintegrasi pada 28 Januari 2026 di Jakarta.
- Kolaborasi ini bertujuan menghubungkan diagnosis medis dokter mata dengan solusi koreksi penglihatan secara berkesinambungan.
- Tujuan utama kolaborasi ini adalah mengurangi jeda layanan resep dan memastikan kualitas perawatan penglihatan pasien secara menyeluruh.
Suara.com - Di tengah ritme hidup urban yang serba cepat, mata menjadi salah satu organ yang paling sering “dipaksa bekerja” tanpa jeda.
Paparan layar digital, pencahayaan buatan, hingga tuntutan produktivitas tinggi membuat pemeriksaan mata bukan lagi sekadar kebutuhan berkala, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehat.
Namun, pemeriksaan mata ideal tidak berhenti pada diagnosis semata. Tanpa tindak lanjut yang tepat, rekomendasi medis berisiko tidak dijalankan secara optimal.
Di sinilah pentingnya layanan pemeriksaan mata yang terintegrasi, sebuah pendekatan yang menghubungkan proses medis dengan solusi vision care secara berkesinambungan.
Model ini memastikan hasil pemeriksaan dokter mata dapat diterjemahkan secara konsisten ke dalam solusi koreksi penglihatan yang tepat, terukur, dan sesuai standar klinis.
Pendekatan tersebut kini diwujudkan melalui kerja sama strategis antara Optik Tunggal dan Mayapada Eye Centre (MEC), bagian dari Mayapada Healthcare.
Kolaborasi ini resmi diluncurkan pada Rabu, 28 Januari 2026, di unit terbaru MEC yang berlokasi di Mayapada Tower 2 Sudirman, Jakarta, sekaligus menjadi tahap awal penerapan layanan vision care terintegrasi di lingkungan klinik mata.
Melalui kolaborasi ini, pasien tidak hanya mendapatkan pemeriksaan medis menyeluruh oleh dokter spesialis dan subspesialis mata di MEC, tetapi juga akses langsung terhadap solusi kacamata dalam satu ekosistem layanan.
Tujuannya jelas: mengurangi jeda layanan, meminimalkan risiko miskomunikasi resep, serta memastikan kesinambungan perawatan setelah pasien keluar dari ruang pemeriksaan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Eye Cream Untuk Hilangkan Kerutan di Bawah Mata Usia 40 Tahun
Direktur Operasional Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, menjelaskan bahwa kolaborasi ini dirancang sebagai sistem layanan end-to-end, bukan sekadar kehadiran optik di area rumah sakit.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai sistem layanan yang terintegrasi, sehingga pasien mendapatkan solusi yang tepat, konsisten, dan terukur. Dengan menggabungkan keunggulan klinis yang dimiliki MEC serta standar vision care dari Optik Tunggal, seluruh alur layanan berjalan seamless dan sesuai standar,” ujarnya.
Menurut Doli, integrasi ini juga memungkinkan pemantauan kualitas layanan secara menyeluruh, mulai dari resep hingga penggunaan kacamata oleh pasien.
Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi kualitas vision care, sekaligus membuka peluang evaluasi dan peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Dalam praktiknya, Optik Tunggal mengelola alur penebusan resep kacamata secara sistematis, mengikuti standar layanan vision care yang telah diterapkan secara nasional.
Proses ini dirancang agar pasien mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman dan terarah, tanpa harus mencari solusi lanjutan secara terpisah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak