Suara.com - Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan. Ibadah ini umumnya dikerjakan secara berjamaah di masjid setelah salat Isya.
Namun, tidak jarang seseorang datang terlambat sehingga ketinggalan beberapa rakaat. Lalu, bagaimana jika ketinggalan 2 rakaat salat Tarawih? Apakah bisa dilengkapi, dan bagaimana caranya?
Hukum dan Kedudukan Salat Tarawih
Salat Tarawih adalah salat sunnah muakkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Ibadah ini dicontohkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, pelaksanaan Tarawih berjamaah di masjid mulai dilakukan secara teratur.
Jumlah rakaat Tarawih berbeda-beda sesuai praktik yang berkembang di masyarakat, ada yang 8 rakaat dan ada pula yang 20 rakaat, biasanya ditutup dengan salat witir. Perbedaan ini termasuk dalam ranah ijtihad dan semuanya memiliki dasar dalil masing-masing.
Jika Anda datang terlambat dan imam sudah memulai salat, Anda tetap bisa langsung bergabung dengan jamaah. Dalam istilah fikih, orang yang tertinggal sebagian rakaat disebut makmum masbuk.
Apabila Anda ketinggalan 2 rakaat, cara melengkapinya tergantung pada kapan Anda datang:
1. Datang Saat Imam Masih Salat
Jika Anda datang ketika imam sedang melaksanakan rakaat ketiga atau keempat (misalnya dalam sistem 4 rakaat salam), maka Anda langsung niat mengikuti imam dan menyelesaikan rakaat yang tersisa bersama jamaah.
Baca Juga: Scroll, Klik, Ngiler! Cara Menyiksa Diri di Aplikasi Makanan saat Ramadan
Setelah imam salam, Anda tidak ikut salam, melainkan berdiri untuk menyempurnakan rakaat yang tertinggal. Dalam kasus ketinggalan 2 rakaat, Anda cukup menambah 2 rakaat lagi hingga jumlahnya genap sesuai rangkaian salat yang diikuti.
Sebagai contoh, jika format Tarawih di masjid Anda adalah 2 rakaat salam, lalu Anda hanya sempat mengikuti satu rakaat terakhir, maka setelah imam salam, Anda berdiri menambah satu rakaat untuk menyempurnakan dua rakaat tersebut.
2. Datang Saat Imam Sudah Ruku
Jika Anda masuk masjid dan mendapati imam sedang ruku, Anda tetap bisa mendapatkan rakaat tersebut asalkan sempat ruku bersama imam sebelum imam bangkit. Namun, jika terlambat hingga imam sudah berdiri kembali, rakaat itu tidak terhitung bagi Anda.
Dalam situasi ini, hitung kembali jumlah rakaat yang benar-benar Anda ikuti secara sah. Jika totalnya kurang dua rakaat dari yang seharusnya, maka tambahkan dua rakaat setelah imam salam.
Perlu dicatat bahwa jika ketinggalan salat tarawih maka tidak perlu mengulang seluruh rangkaian Tarawih dari awal. Prinsipnya sama seperti salat wajib berjamaah, makmum yang tertinggal cukup menyempurnakan rakaat yang belum dikerjakan.
Karena Tarawih adalah salat sunnah, tata cara penyempurnaannya juga lebih fleksibel dibanding salat wajib. Namun, tetap dianjurkan mengikuti tata tertib salat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Dalam praktik umum di Indonesia, Tarawih dikerjakan dua rakaat salam. Jika Anda ketinggalan dua rakaat di set pertama, Anda bisa menggantinya setelah imam salam sebelum mengikuti tarawih berikutnya.
Namun, sebagian ulama juga membolehkan Anda mengikuti set berikutnya terlebih dahulu, lalu mengganti rakaat yang tertinggal di akhir rangkaian Tarawih sebelum Witir. Hal terpenting adalah memastikan jumlah rakaat yang Anda kerjakan sesuai dengan niat awal mengikuti Tarawih malam itu.
Datang terlambat memang membuat kita sedikit panik. Namun, jangan sampai hal itu mengurangi kekhusyukan ibadah. Lebih baik datang lebih awal agar bisa mengikuti salat sejak takbir pertama. Meski demikian, jika terpaksa terlambat dan ketinggalan dua rakaat, Anda tetap bisa menyempurnakannya dengan menambah rakaat setelah imam salam.
Salat Tarawih adalah momentum memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah di bulan Ramadan. Walau demikian, yang terpenting bukan hanya jumlah rakaat, tetapi juga keikhlasan dan kekhusyukan dalam menjalankannya.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Cara Tukar Uang Baru di BSI Lengkap dengan Tips Supaya Tidak Kecewa
-
Scroll, Klik, Ngiler! Cara Menyiksa Diri di Aplikasi Makanan saat Ramadan
-
Doa Buka Puasa Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
-
Setop Dehidrasi, Terapkan Aturan 2-4-2 saat Puasa agar Cairan Terpenuhi Tanpa Bikin Begah
-
Update Kuota Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026, Ini Link Daftarnya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Cara Tukar Uang Baru di BSI Lengkap dengan Tips Supaya Tidak Kecewa
-
Setop Dehidrasi, Terapkan Aturan 2-4-2 saat Puasa agar Cairan Terpenuhi Tanpa Bikin Begah
-
Viral Cut Rizki Pilih Makan Malam Kenyang Ketimbang Sahur, Amankah bagi Kesehatan?
-
Doa Buka Puasa Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
-
Update Kuota Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026, Ini Link Daftarnya
-
Bukti Pemesanan Uang Baru dari PINTAR BI Hilang? Begini Solusinya
-
Kasta Takjil Buka Puasa Versi Menkes, Es Buah dan Gorengan Masuk Kategori Ini
-
Hukum dan Tata Cara Salat Sambil Gendong Anak seperti Thariq Halilintar
-
Apakah Suntik Botox dan Filler Membatalkan Puasa? Simak Hukum dan Penjelasannya di Sini
-
Cara Daftar Mudik Gratis IFG Group 2026, Lengkap Rute dan Kuota