Lifestyle / Female
Kamis, 26 Februari 2026 | 11:27 WIB
Exclusive Dermatologist & Technology Experience Live Talk Show Mydervia x BTL Aesthetic (Suara.com/Shevinna Putti)
Baca 10 detik
  • Penuaan organ intim wanita ditandai dengan kekenduran hingga inkontinensia urine.
  • Teknologi Exion Radiofrequency di Mydervia tawarkan pengencangan aman tanpa nyeri.
  • Perawatan ini tanpa down time dan pasien bisa langsung beraktivitas.
Perawatan Exion untuk wajah, tubuh dan area genital (Instagram/@exion.id)

Solusi Aman Tanpa Rasa Sakit

Guna mengatasi masalah tersebut, Mydervia menghadirkan teknologi Exion berbasis radiofrequency.

Dokter Satiti menjelaskan bahwa dibandingkan teknologi lain seperti HIFU atau Laser CO2, radiofrequency ini dinilai paling aman dan nyaman untuk area sensitif.

"Nah yang paling aman itu yang Radiofrequency ini, karena rasanya hanya hangat saja dan begitu naik panasnya itu akan langsung berbunyi. Nah jadi kita bisa turunkan panasnya," ujar dr. Satiti.

Prosedurnya pun fleksibel. Untuk pengencangan bagian dalam, alat akan dimasukkan ke vagina (pervaginam), sementara untuk bagian luar, terdapat alat khusus yang tidak perlu dimasukkan.

Bisa Langsung Berhubungan Intim

Keunggulan utama dari perawatan Exion untuk genital ini adalah tidak adanya waktu pemulihan atau down time.

Pasien bisa langsung beraktivitas normal, termasuk buang air kecil hingga berhubungan suami istri.

"Kelebihan lain adalah begitu selesai treatment itu bisa langsung dipakai berhubungan intim. Justru kekencangannya itu akan lebih terasa," kata dr. Satiti.

Baca Juga: Flek Hitam Hilang Pakai Apa? Cek 5 Skincare Ampuh Basmi Noda Bandel dan Tunda Penuaan Dini

"Di era sekarang, perawatan organ intim itu sangat penting agar suami lebih suka. Hati-hati, diperhatikan supaya suaminya gak lari," kelakarnya.

Meski demikian, dr. Satiti mengingatkan bahwa perawatan ini hanya boleh dilakukan jika pasien dalam kondisi sehat.

"Kalau sedang ada infeksi, tentu tidak bisa dilakukan perawatan. Kalau ada infeksi, keputihan, luka, menstruasi atau sakit diabetes dan hipertensi itu biasanya tidak disarankan," tegasnya.

Jika pasien ingin hasil maksimal yang bisa bertahan hingga satu tahun, dr. Satiti menyarankan minimal 3 kali perawatan dengan jeda waktu yang tidak terlalu lama.

Load More