- Polresta Yogyakarta menaikkan kasus dugaan pelecehan siswi SLB menjadi penyidikan setelah memeriksa lima saksi.
- Sekolah telah melakukan klarifikasi internal terhadap oknum guru terduga pelaku yang berinisial IM.
- Korban masih mengalami trauma berat, sehingga polisi mengupayakan pendampingan intensif dari psikiater dan UPT PPA.
Suara.com - Satreskrim Polresta Yogyakarta telah meningkatkan status penanganan perkara dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Yogyakarta dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian menuturkan peningkatan status kasus ini dilakukan setelah kepolisian memeriksa lima orang saksi dan melaksanakan gelar perkara pada Selasa (24/2/2026) kemarin.
"Jadi untuk kasus yang perbuatan cabul di salah satu SLB di Yogyakarta, kita telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi, yang mana kemarin kita sudah gelar perkara dan sudah kita naikkan prosesnya ke penyidikan," kata Adrian saat ditemui, Rabu (25/2/2026).
Disampaikan Adrian, melalui serangkaian proses tersebut, pihaknya meyakini telah terjadi tindak pidana pelecehan seksual di lingkungan sekolah tersebut.
"Kita meyakini ada suatu perbuatan tindak pidana di situ, makanya kita naikkan kasusnya ke penyidikan," ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata Adrian, terungkap bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah sempat mengambil tindakan internal sebelum kasus ini mencuat ke publik.
Sekolah telah memanggil oknum guru berinisial IM tersebut untuk melakukan klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut dikabarkan terdapat pengakuan dari pihak terlapor.
"Sudah diklarifikasi antara sekolah sama si terduga ini dan dari keterangan saksi yang kita dapati di situ ada pengakuan lah," ucapnya.
Selanjutnya polisi telah menjadwalkan agenda pemeriksaan terhadap terduga pelaku dalam tahap penyidikan ini. Rencananya pemanggilan akan dilaksanakan pada akhir pekan ini.
Baca Juga: Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
"Nanti mungkin kita akan melakukan panggilan pertama dalam proses penyidikan di hari Jumat besok," imbuhnya.
Korban Masih Trauma
Hingga saat ini, polisi mencatat baru ada satu siswi yang menjadi korban dalam kasus tersebut. Namun, kondisi psikologis korban dilaporkan masih sangat memprihatinkan karena mengalami trauma cukup berat.
"Memang dari hasil ini, si korban ini memang agak traumanya agak berat. Jadi kita memang agak butuh, nanti mungkin psikiater butuh effort yang lebih besarlah untuk menggali," tutur Riski.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban masih memerlukan pendampingan intensif dari para ahli untuk memulihkan kondisi mentalnya.
"Sampai kemarin kita tanya, belum mau (sekolah), belum mau, masih trauma," tambahnya.
Berita Terkait
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Daftar Menu Buka Puasa Masjid Al-Muqtashidin FBE UII Yogyakarta 25 Februari - 10 Maret 2026
-
Jean-Paul van Gastel Akui PSIM Yogyakarta Sulit Menang Akibat Masalah Struktural Tim
-
Sering Terobos Hujan Bikin Motor Rentan? Sudah Cek 5 Bagian Ini Biar Tetap Aman?
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi