- Instrumen keuangan sosial syariah seperti zakat dan wakaf didorong untuk mendukung transisi energi bersih Indonesia melalui pengelolaan inovatif.
- Indonesia pionir penerbitan green sukuk yang telah membiayai proyek hijau dan berpotensi menggabungkan dana sosial syariah.
- Potensi dana wakaf dan zakat nasional yang besar dapat dikombinasikan dengan pembiayaan komersial mendukung energi surya percontohan.
Pendekatan ini juga membuka peluang pemanfaatan aset wakaf untuk pembangunan infrastruktur energi terbarukan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu contoh pemanfaatannya adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berbasis microgrid di wilayah kepulauan yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.
Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Koperasi Kementerian Koperasi, Roy Abimanyu, mencontohkan rencana pembangunan proyek percontohan di Pulau Sembur, Kepulauan Riau. Meski berada tidak jauh dari wilayah yang telah teraliri listrik, pulau tersebut selama ini belum memiliki akses listrik yang memadai.
Melalui pemanfaatan energi surya, listrik tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat.
Energi tersebut dapat dimanfaatkan untuk fasilitas seperti cold storage, pabrik es, hingga pengolahan hasil perikanan, yang berpotensi meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, sektor keuangan, lembaga keagamaan, hingga masyarakat, berbagai instrumen pembiayaan syariah—mulai dari zakat, wakaf, hingga green sukuk—diharapkan dapat menjadi salah satu cara baru umat berkontribusi dalam menjaga bumi sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?