Lifestyle / Komunitas
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:56 WIB
Ilustrasi 27 Ramadan - Ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar. (Freepik)

Suara.com - Sepuluh malam terakhir Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Islam. Pada waktu inilah terdapat Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang disebut lebih baik dari seribu bulan.

Di antara malam-malam tersebut, banyak orang memberi perhatian khusus pada malam ke-27. Tidak sedikit umat Muslim yang meyakini bahwa malam ini memiliki peluang besar sebagai Lailatul Qadar.

Lalu sebenarnya kenapa malam 27 Ramadan istimewa? Berikut ini penjelasan di balik keistimewaan malam ke-27 Ramadan serta keutamaan, tanda-tanda, dan amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dalam Islam. Keutamaannya bahkan disebut langsung dalam Al-Qur’an. Berikut beberapa keistimewaan malam tersebut:

1. Lebih Baik dari Seribu Bulan

Dalam Surah Al-Qadr disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Artinya, pahala ibadah pada malam itu nilainya melebihi ibadah selama sekitar 83 tahun.

2. Malam Turunnya Al-Qur’an

Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari Lauh Mahfudz ke langit dunia sebelum kemudian diwahyukan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.

3. Malaikat Turun Membawa Rahmat

Baca Juga: Tata Cara Salat Lailatul Qadar, Lengkap dengan Doa yang Dianjurkan

Pada malam ini malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan bagi orang-orang yang beribadah.

4. Malam Penuh Kedamaian Hingga Fajar

Al-Qur’an menyebutkan bahwa malam tersebut dipenuhi dengan keselamatan dan ketenangan sampai terbit fajar. Banyak orang merasakan suasana yang lebih damai dan menenangkan dibandingkan malam biasa.

Ilustrasi Lailatul Qadar. (freepik)

5. Kesempatan Mendapatkan Pengampunan Dosa

Dalam hadis disebutkan bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Kenapa Malam 27 Ramadan Dianggap Istimewa?

Di antara malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan, malam ke-27 sering dianggap memiliki peluang besar sebagai Lailatul Qadar. Keyakinan ini berasal dari beberapa riwayat hadis dan pendapat para sahabat Nabi.

Salah satu sahabat yang terkenal dengan pendapat ini adalah Ubay bin Ka’ab. Ia pernah menyatakan dengan yakin bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadan. Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan beberapa tanda yang mengarah pada malam tersebut.

Selain itu, terdapat pula hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA yang menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada malam ke-27.

Oleh karena itu, di banyak negara Muslim, termasuk Indonesia, malam ke-27 sering menjadi momen di mana masjid-masjid dipenuhi jamaah yang ingin memperbanyak ibadah.

Namun, para ulama tetap menegaskan bahwa waktu pasti Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti. Rasulullah SAW justru menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya malam-malam ganjil.

Tanda-Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar

Walaupun tidak diketahui secara pasti, Rasulullah SAW memberikan beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk datangnya malam Lailatul Qadar, di antaranya:

1. Terjadi pada Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir

Lailatul Qadar biasanya dicari pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

2. Suasana Malam Terasa Tenang

Malam tersebut sering digambarkan memiliki suasana yang damai dan menenangkan. Banyak orang merasakan ketenangan hati saat beribadah.

3. Langit Tampak Cerah

Kondisi langit biasanya terlihat jernih dan tidak banyak awan sehingga suasana malam terasa nyaman.

4. Udara Sejuk dan Tidak Terlalu Panas

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa suhu udara pada malam Lailatul Qadar terasa sejuk dan stabil.

5. Angin Berhembus Lembut

Hembusan angin pada malam itu terasa lebih lembut sehingga suasana terasa menenangkan.

6. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut

Pada pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit dengan sinar yang tidak terlalu menyilaukan.

7. Hati Terasa Lebih Tenang Saat Beribadah

Selain tanda alam, sebagian orang merasakan ketenangan batin dan kekhusyukan yang lebih dalam ketika beribadah.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar

Karena keutamaannya sangat besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan.

1. Salat Malam (Tahajud)

Salat tahajud menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.

2. Membaca Al-Qur’an

Mengisi malam dengan tilawah Al-Qur’an sangat dianjurkan karena malam ini berkaitan dengan turunnya kitab suci tersebut.

3. Memperbanyak Doa dan Dzikir

Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika mencari Lailatul Qadar adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni.”

Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.

4. I’tikaf di Masjid

Berdiam diri di masjid untuk beribadah, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

5. Bersedekah dan Berbuat Kebaikan

Sedekah dan berbagai amal baik yang dilakukan pada malam ini memiliki pahala yang sangat besar karena nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Demikianlah ulasan tentang kenapa malam 27 Ramadan istimewa. Namun, karena waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan, cara terbaik untuk meraihnya adalah dengan memperbanyak ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More