Suara.com - Momen lebaran 1447 H sudah terasa semakin dekat, sebagian orang dengan kampung halaman di pulau sebrang, sudah mulai melakukan perjalanan mudik lewat jalur darat menggunakan mobil atau kendaraan umum.
Biasanya, mudik ke sebrang lewat jalur darat bisa memakan waktu berjam-jam, tergantung jarak dan kemacetan. Biasanya kalau jalanan macet, jarak tempuh akan semakin lama, sehingga memakan waktu berjam-jam dalam mobil.
Sedangkan, di balik perjalanan, terdapat berbagai kebutuhan seperti yang bersifat keagamaan, keduniaan, individual, maupun sosial. Seperti melaksanakan shalat, atau lelah sehingga membutuhkan asupan makanan dan minuman serta beristirahat untuk memulihkan energi.
Dalam Islam, kesehatan dan keselamatan pemudik jadi prioritas utama, sehingga keringanan ini diberikan untuk menghindari kesulitan yang berlebihan.
Apakah Mudik Boleh Tidak Puasa?
Dikutip dari Nu Online dan Mui.or.id, Islam memberikan banyak perhatian khusus untuk orang yang dalam kondisi bepergian (musafir). Perhatian tersebut dilakukan dalam rangka memberikan kemudahan dan keringan bagi para musafir apalagi saat puasa.
Seseorang yang sedang berpuasa kemudian mengadakan perjalanan jauh boleh memilih antara tetap melanjutkan puasanya atau membatalkannya.
Keterangan tersebut pernah diceritakan oleh Sayyidah Aisyah RA yang terekam dalam salah satu hadis shahih Riwayat Muslim. Jika salah satu sahabat nabi bernama Hamzah bin Amr al-Islami ra pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang puasa dalam perjalanan.
Rasul pun menjawab:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ سَأَلَ حَمْزَةُ بْنُ عَمْرٍو الْأَسْلَمِيُّ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصِّيَامِ فِي السَّفَرِ فَقَالَ إِنْ شِئْتَ فَصُمْ وَإِنْ شِئْتَ فَأَفْطِرْ
Baca Juga: Pendaftaran Balik Gratis 2026 Kabupaten Ngawi Dibuka Hari Ini, Cek Caranya di Sini!
“Dari Aisyah ra, ia berkata bahwa Hamzah bin Amr al-Aslami pernah bertanya kepada Rasulullah saw mengenai puasa dalam perjalanan. Lantas beliau pun menjawab, ‘Jika kamu menghendaki maka berpuasalah, dan jika kamu menghendaki maka batalkanlah”. (H.R. Muslim)
Puasa yang Ditinggalkan Wajib Diganti
Ulama yang akrab disapa Kiai AMA menerangkan, bahwa seseorang yang melakukan perjalanan mudik jarak jauh boleh menggabung atau meringkas shalat dan diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Kiai AMA menekankan, puasa yang ditinggalkan karena berpergian wajib diganti setelah bulan Ramadhan.
Dalam Islam, kondisi tersebut disebut musafir, ini merujuk ke sejumlah dalil antara lain tertuang dalam QS Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Artinya: "Barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain..."
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Kenapa Kastengel Rapuh? Ini 5 Penyebabnya
-
Pendaftaran Balik Gratis 2026 Kabupaten Ngawi Dibuka Hari Ini, Cek Caranya di Sini!
-
5 Rest Area Terbaik Jawa Tengah, Instagramable dengan Fasilitas Lengkap yang Wajib Didatangi
-
7 Rekomendasi Kue Kaleng untuk Lebaran yang Enak dan Murah, Isi Penuh Anti Zonk
-
25 Ucapan Terima Kasih Atas Bingkisan Lebaran yang Tulus dan Bikin Tersentuh
-
40 Desain Stiker Toples Kue Kering Lebaran Lucu, Bisa Langsung Download Gratis
-
7 Sirup Premium Selain Marjan, Enak dan Segar Cocok untuk Jamuan Lebaran
-
Kapan Waktu Melakukan Salat Lailatul Qadar?
-
Link Daftar Balik Rantau Gratis 2026 Pemprov Jateng, Simak Jadwal dan Syaratnya!
-
Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran