Lifestyle / Komunitas
Senin, 16 Maret 2026 | 17:20 WIB
Ilustrasi malam lailatul qadar. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Lailatul Qadar adalah malam istimewa di bulan Ramadan yang disebut lebih baik dari seribu bulan.
  • Malam ini diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil.
  • Sebagian ulama menilai malam ke-27 memiliki peluang besar sebagai Lailatul Qadar.

Suara.com - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang paling istimewa dalam bulan Ramadan. Malam ini disebut dalam Al-Qur'an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Disebutkan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir Ramadan, terutama di malam-malam ganjil.

Oleh karena itu, banyak umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mendapatkan keutamaan tersebut.

Sebagian masyarakat Islam meyakini bahwa malam 27 Ramadan memiliki peluang besar menjadi malam Lailatul Qadar. Menurut kalender Hijriah pemerintah, malam ke-27 Ramadan jatuh pada Senin, 16 Maret 2026 malam.

Keyakinan ini berkembang dari berbagai riwayat dan pendapat para ulama. Lantas, benarkah malam ke-27 Ramalam merupakan malam Lailatul Qadar?

Simak penjelasan ulama serta tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan datangnya malam istimewa tersebut.

Benarkah Malam ke-27 Ramadan adalah Malam Lailatul Qadar?

Ilustrasi Lailatul Qadar. (freepik)

Banyak umat Islam meyakini bahwa malam ke-27 Ramadan merupakan malam Lailatul Qadar. Namun, benarkah malam yang sangat mulia tersebut pasti terjadi pada tanggal itu?

Melansir Rumasyho, dalam beberapa hadis memang terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadan.

Salah satunya berasal dari riwayat Mu'awiyah bin Abu Sufyan yang menyebutkan bahwa malam kemuliaan itu terjadi pada malam ke-27.

Baca Juga: Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar

Selain itu, sahabat Nabi bernama Ubay bin Ka’ab juga pernah bersumpah bahwa ia mengetahui kapan Lailatul Qadar terjadi.

Ia menyebutkan bahwa malam tersebut adalah malam ke-27 Ramadan yang dianjurkan Rasulullah untuk dihidupkan dengan ibadah.

Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, ia berkata mengenai malam lailatul qadar:

"Demi Allah, aku sungguh mengetahui malam tersebut. Malam tersebut adalah malam yang Rasulullah memerintahkan kepada kami untuk menghidupkannya dengan shalat malam, yaitu malam ke-27 dari bulan Ramadhan." (HR. Muslim no. 762).

Meski demikian, para ulama sebenarnya memiliki perbedaan pendapat mengenai waktu pasti Lailatul Qadar.

Ilustrasi Malam Lailatul Qadar [freepik]

Bahkan disebutkan ada puluhan pendapat berbeda yang mencoba menentukan kapan tepatnya malam tersebut terjadi.

Pendapat yang dianggap paling kuat menyatakan bahwa Lailatul Qadar berada di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menjadi malam tersebut.

Sebagian ulama juga berpendapat bahwa Lailatul Qadar bisa berpindah dari satu malam ke malam lainnya setiap tahun.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan keutamaannya.

Keterangan serupa juga pernah disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu ceramahnya. Sang ulama menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan rahasia Allah SWT.

"'Carilah Lailatul Qadar di 10 malam terakhir'. 10 terakhir yang mana? Yang ganjil, (malam) 21, 23, 25, 27, 29. Di antara lima ini, yang mana? (Malam) 27 yang paling kuat," ujar UAS, dilansir dari YouTube Nderek UAS pada Senin, 16 Maret 2026.

"Kesimpulannya? Kesimpulannya, Lailatul Qadar itu rahasia Allah. Enggak ada yang tahu. Kalau tahu betul Lailatul Qadar (jatuh di malam) 21, enggak usah kita Tarawih di malam lain. Lailatul Qadar itu rahasia Allah," imbuhnya.

Hikmah di balik semua ini adalah, umat Muslim diharapkan selalu menghidupkan malam-malam Ramadan dengan melakukan ibadah semaksimal mungkin.

UAS mengingatkan tentang beberapa amalan yang bisa dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Di antaranya menunaikan salat malam dan zikir.

"Cara mengisinya, hidupkan setiap malam dari malam satu sampai malam tiga puluh. Cara menghidupkannya? Magrib berjemaah, Isya berjemaah, Tarawih, Witir, tadarus, tidur, salat sunah Taubat, salat Tahajud, salat Hajat, makan sahur, tunggu Subuh, Subuh berjemaah. Itulah cara," tandasnya.

Tanda-Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar

Meskipun waktu pastinya dirahasiakan, sejumlah hadis menyebutkan beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk datangnya malam penuh kemuliaan tersebut.

Berikut beberapa tanda datangnya malam Lailatul Qadar yang disebutkan dalam hadis dan penjelasan para ulama:

1. Malam terasa tenang dan sejuk

Salah satu tanda Lailatul Qadar adalah suasana malam yang sangat tenang dan menenangkan. Cuaca pada malam itu tidak terasa terlalu panas maupun terlalu dingin sehingga terasa nyaman bagi orang yang beribadah.

2. Angin berhembus lembut

Pada malam Lailatul Qadar, angin biasanya bertiup dengan lembut dan menenangkan. Tidak ada angin kencang, hujan deras, atau cuaca ekstrem yang mengganggu ketenangan malam tersebut.

3. Suasana malam tampak cerah

Beberapa riwayat hadis menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terlihat cerah dan terang. Langit tampak bersih sehingga suasana malam terasa damai dan penuh ketenangan.

4. Matahari terbit dengan cahaya lembut pada pagi harinya

Salah satu tanda yang paling dikenal adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah Lailatul Qadar. Matahari terbit dengan cahaya yang tidak menyilaukan dan tampak putih lembut tanpa sinar yang terik.

5. Terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 sering dianggap memiliki peluang lebih besar.

Perlu diketahui bahwa sebagian tanda Lailatul Qadar baru bisa diketahui setelah malam tersebut berlalu.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan keberkahan malam yang sangat mulia ini.

Wallahu 'alam.

Load More