Lifestyle / Komunitas
Selasa, 17 Maret 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi Takbiran Idulfitri. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Suara.com - Muhammadiyah telah menetapkan jadwal Hari Raya Idulfitri 2026. Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) biasanya sama dengan pemerintah dan masih menunggu hasil sidang Isbat pada 19 Maret mendatang.

Melansir dari laman resminya, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk penentuan 1 Syawal.

Sementara itu, NU menggunakan metode rukyat hilal dengan perhitungan hisab sebagai alat bantu.

Kapan Lebaran Idulfitri NU 2026?

NU belum menentukan jadwal resmi 1 Syawal 1447 H atau Lebaran Idul Fitri 2026. Namun, berdasarkan kalender Almanak NU, Lebaran Idulftri 2026 diprediksi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Dikutip laman resmi NU, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah merilis data hilal penentuan 1 Syawal 1447 H. Data hilal tersebut tercantum dalam Informasi Hilal Awal Syawal 1447 H.

Data falakiyah mengenai hilal 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 menunjukkan hilal sudah di atas ufuk namun belum memenuhi kriteria imkanur rukyah. Penghitungan ini menggunakan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.

Oleh karena itu, diperkirakan Lebaran Idul Fitri 2026 versi NU jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, jadwal resminya baru akan diumumkan setelah adanya hasil rukyah oleh LF PBNU dan hasil sidang isbat oleh pemerintah.

Berbeda dengan NU yang belum pasti, penetapan 1 Syawal 1447 H atau Lebaran Idul Fitri 2026 Muhammadiyah telah ditetapkan lebih dulu, yakni pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca Juga: 30 Kata-kata Mutiara Lebaran 2026, Puitis dan Tidak Pasaran untuk Rayakan Idulfitri

Ketetapan itu tertuang pada Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Kapan Malam Takbiran Idulfitri NU Dimulai?

Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Bimas Islam Kemenag, Lebaran diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Jika prediksi ini akurat, maka Malam Takbiran secara nasional akan dilaksanakan pada Jumat malam, 20 Maret 2026.

NU umumnya memiliki hasil yang selaras dengan Ppemerintah karena sama-sama menggunakan kriteria MABIMS (tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat).

Berbeda dengan NU, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan mengumandangkan takbir mulai Kamis malam, 19 Maret 2026 setelah waktu Maghrib tiba.

Load More