Lifestyle / Komunitas
Rabu, 18 Maret 2026 | 05:50 WIB
Ilustrasi beras untuk bayar fidyah. (freepik/jcomp)

Suara.com - Tidak semua umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan sempurna. Ada beberapa golongan yang diberikan keringanan karena kondisi tertentu, seperti orang lanjut usia, penderita penyakit kronis, atau ibu hamil dan menyusui dalam kondisi khusus.

Dalam situasi seperti ini, Islam tidak memberatkan, melainkan memberikan solusi berupa fidyah sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan. Fidyah menjadi bentuk kemudahan sekaligus tanggung jawab yang tetap harus ditunaikan.

Namun, fidyah bukan hanya sekadar “pengganti” ibadah puasa. Di baliknya, terdapat nilai sosial yang sangat kuat karena fidyah diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sayangnya, masih banyak yang belum memahami dengan benar siapa saja yang berhak menerima fidyah. Tidak sedikit yang menyalurkannya secara sembarangan tanpa memastikan apakah penerimanya sesuai dengan ketentuan syariat.

Padahal, ketepatan dalam menyalurkan fidyah akan menentukan sah atau tidaknya ibadah tersebut secara sempurna.

Oleh karena itu, penting untuk memahami kategori penerima fidyah agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi yang membutuhkan. Dengan pengetahuan yang tepat, kamu bisa menunaikan fidyah dengan lebih tenang, terarah, dan penuh keberkahan selama bulan Ramadan.

Pengertian Singkat Fidyah

Fidyah adalah bentuk kompensasi yang diberikan sebagai pengganti puasa yang tidak dapat dijalankan. Biasanya, fidyah berupa makanan pokok atau makanan siap santap yang diberikan kepada orang yang membutuhkan sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Fidyah

Baca Juga: Rayakan Lebaran Mewah di Hotel Area Kuningan Jakarta dengan Promo Pay 1 Get 2

Dalam praktiknya, fidyah diperuntukkan bagi golongan yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berikut adalah kelompok yang berhak menerimanya:

1. Fakir

Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki apa pun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka tidak memiliki penghasilan atau harta yang cukup, sehingga sangat membutuhkan bantuan dari orang lain.

2. Miskin

Berbeda dengan fakir, miskin masih memiliki penghasilan, tetapi jumlahnya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka tetap membutuhkan bantuan agar bisa hidup dengan layak.

3. Dhuafa atau Orang yang Lemah Secara Ekonomi

Load More