- Warga berebut air bekas jamasan pusaka di Pura Mangkunegaran, Solo, pada Selasa (16/6/2026) malam.
- Masyarakat meyakini air bekas cucian pusaka tersebut mengandung berkah.
- Prosesi jamasan menggunakan bahan alami seperti jeruk nipis dan bunga untuk membersihkan benda pusaka warisan leluhur.
Suara.com - Suasana khidmat Malam 1 Sura di depan Pendapa Pura Mangkunegaran, Solo, Selasa (16/6/2026) malam berubah riuh kala warga berebut air bekas jamasan (pencucian) pusaka.
Sebelum prosesi dimulai, warga sudah diizinkan masuk ke area pendapa.
Di sana mereka menunggu sebelum diperbolehkan mengambil air bekas jamasan bertabur bunga tersebut.
Setelah seluruh peserta kirab keluar dari area dalam pura, warga yang sudah menunggu pun diberi aba-aba untuk mendekat ke depan pendapa.
Warga pun berlarian mendekat dan berdesak-desakan. Mereka berebut menciduk air bekas jamasan ke botol kosong untuk dibawa pulang. Ada juga yang langsung mengusapkan ke area wajah.
Lantas, apa sebenarnya kegunaan air bekas jamasan ini hingga masyarakat rela berdesakan?
Makna Tradisi Jamasan Pusaka
Secara harfiah, "jamasan" berasal dari bahasa Jawa yang berarti mandi atau mencuci. Dalam konteks budaya Jawa, jamasan pusaka adalah ritual membersihkan benda-benda warisan leluhur seperti keris, tombak, atau benda pusaka lainnya yang dianggap memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi.
Mengutip dari laman resmi Museum Sonobudoyo, jamasan pusaka bukan sekadar kegiatan membersihkan fisik benda dari debu atau karat.
Lebih dari itu, jamasan memiliki makna simbolis sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan nenek moyang serta sarana "membersihkan diri" secara spiritual bagi pemiliknya atau masyarakat yang merayakannya.
Baca Juga: Asal-usul Malam 1 Suro Dianggap Sakral, Simak Sejarah dan Alasannya
Mengapa Warga Memburu Air Bekasnya?
Bagi masyarakat yang mempercayainya, air bekas jamasan pusaka dianggap mengandung "berkah" atau energi positif.
Berikut adalah beberapa alasan dan kegunaan air tersebut menurut kepercayaan tradisional:
1. Ngalap Berkah (Mencari Berkah)
Masyarakat percaya bahwa pusaka-pusaka keraton adalah benda yang "disucikan" dan melalui proses doa yang panjang.
Air yang telah bersentuhan dengan pusaka tersebut dianggap telah menyerap energi positif atau doa-doa keselamatan. Sehingga diharapkan dapat membawa ketenteraman bagi mereka yang mendapatkannya.
2. Harapan akan Kesuburan dan Keberuntungan
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Hada Labo Perfect 3D Gel untuk Apa? Jadi Senjata Rahasia MUA Bikin Makeup Flawless dan Awet
-
Boleh Dicuci? Ini Cara Merawat Sepatu Adidas Samba yang Benar Biar Awet
-
Akses Keuangan Meningkat, Tapi Literasi Masih Tertinggal: Tantangan bagi Anak Muda dan Disabilitas
-
Siapa yang Paling Cocok dengan Gemini? Ini 6 Zodiak yang Bisa Jadi Pawangnya
-
Ampoule dan Serum Apakah Sama? Ini Urutan Pakai yang Benar untuk Atasi Kulit Kusam
-
Jangan Asal Tumpuk, Ini 7 Tips Layering Serum agar Wajah Glowing dan Bebas Iritasi
-
Cara Pakai Sheet Mask yang Benar Menurut Dokter, agar Kulit Tidak Kusam dan Kering
-
5 Tips Menata Rak Buku Menurut Feng Shui, Jangan Asal Taruh agar Energi Tetap Positif
-
Kaki Lebar Cocok Pakai Sepatu Apa? Ini 5 Tips Memilih Sepatu yang Tepat agar Nyaman
-
Ketahui Kapan Harus Ganti Sepatu Lari, Penting agar Tidak Cedera Kaki