Lifestyle / Komunitas
Rabu, 18 Maret 2026 | 12:09 WIB
Ilustrasi kumpul keluarga saat Lebaran (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Lebaran sering jadi momen rawan dibanding-bandingkan oleh saudara.
  • Siapkan mental, jawaban santai, dan strategi mengalihkan topik.
  • Dengan cara ini, kamu tetap bisa menikmati kumpul keluarga tanpa stres.

Siapkan jawaban pendek yang netral dan santai, misalnya seperti di bawah ini.

  • "Alhamdulillah, lagi fokus bangun yang kecil dulu."
  • "Tahun ini lebih banyak di rumah, enaknya bareng keluarga."
  • "Prosesnya masih panjang, nanti cerita kalau sudah ada hasilnya."

Latih di depan cermin supaya terdengar ringan. Persiapan ini sangat membantu saat sudah duduk di ruang tamu sambil makan ketupat.

Strategi Saat Acara Lebaran Berlangsung

Begitu percakapan mulai mengarah ke perbandingan, langsung alihkan dengan halus. Misalnya, "Eh, ketupatnya enak banget ya, resepnya dari mana?" atau "Anak kecilnya lucu sekali, sudah bisa salim belum?".

Kalau dia tetap ngotot, jawab singkat lalu beranjak. Ambil minum, ganti tempat duduk, atau ajak bicara keponakan. Tidak perlu jelaskan panjang.

Atur juga waktu interaksi. Kalau biasanya menginap berhari-hari, batasi obrolan dengan saudara tersebut maksimal 15-20 menit setiap sesi.

Habiskan waktu lebih banyak dengan saudara yang mendukung atau bantu ibu di dapur. Ini cara menjaga suasana tetap hangat tanpa kabur total.

Setelah Pulang dari Silaturahmi

Sampai di rumah, lepaskan beban dengan cara kecil. Sslat sunnah, jalan kaki di sekitar kompleks, atau tulis di notes ponsel apa yang mengganggu. Jangan biarkan kata-kata itu memenuhi pikiran sepanjang hari Lebaran.

Baca Juga: Siapa Saja yang Berhak Menerima Fidyah Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya

Kalau perilakunya terlalu sering menyakiti, bicarakan secara pribadi di luar momen Lebaran. "Aku merasa tidak nyaman kalau dibandingkan terus setiap kumpul".

Tanpa menuduh, cukup sampaikan perasaan. Kadang orang tidak sadar sampai didengar langsung.

Kapan Harus Menjaga Jarak di Momen Lebaran

Kalau sudah diberi batasan tapi tetap sama, kurangi durasi kunjungan. Datang lebih sore, pulang lebih awal, atau pilih silaturahmi hanya dengan keluarga inti dulu.

Load More