Lifestyle / Komunitas
Rabu, 18 Maret 2026 | 16:11 WIB
Ilustrasi microsleep saat berkendara. (Freepik)

Suara.com - Perjalanan mudik Lebaran selalu identik dengan jarak tempuh yang panjang dan waktu berkendara yang tidak sebentar. Buat kamu yang menjalani puasa, tantangan ini bisa terasa lebih berat, salah satunya  adalah microsleep yakni tidur singkat tanpa sadar yang bisa terjadi hanya dalam hitungan detik.

Meski terdengar sepele, microsleep sangat berbahaya terutama saat mengemudi. Dalam kondisi ini, otak "mati sesaat" meski mata masih terbuka. Akibatnya, pengemudi tidak merespons situasi di jalan, yang tentu bisa berujung fatal.

Oleh karena itu penting untuk memahami cara mencegahnya, apalagi jika kamu berencana mudik saat Ramadan. Simak tipsnya berikut ini.

Bahaya Microsleep saat Berkendara

Ilustrasi microsleep saat berkendara [freepik]

Microsleep biasanya terjadi dalam durasi sangat singkat, sekitar 1–15 detik. Namun dalam waktu sesingkat itu, kendaraan bisa melaju tanpa kendali sejauh puluhan meter. Itulah yang membuat kondisi ini sangat berisiko, terutama di jalan tol atau jalur padat.

Faktor pemicunya pun cukup umum mulai dari kurang tidur, kelelahan, hingga rasa bosan saat berkendara jarak jauh. Saat puasa, risiko ini bisa meningkat karena tubuh mengalami perubahan pola makan dan energi. Maka dari itu, persiapan dan strategi berkendara jadi kunci utama.

Tips Terhindar dari Microsleep

Ilustrasi microsleep saat berkendara [freepik]

1. Persiapan Sebelum Berangkat

Langkah pencegahan terbaik sebenarnya dimulai sebelum kamu menyalakan mesin mobil. Pastikan tubuh dalam kondisi prima agar perjalanan lebih aman dan nyaman. Dengan persiapan yang matang ini akan membantu tubuh tetap stabil selama perjalanan panjang.

  • Tidur cukup (7–8 jam) sebelum perjalanan
  • Hindari langsung berkendara setelah sahur jika kurang tidur
  • Sahur dengan gizi seimbang (karbohidrat, protein, serat)
  • Cukup minum saat sahur agar tidak dehidrasi
  • Pastikan tubuh fit, jangan memaksakan diri

2. Tips Selama Perjalanan Saat Puasa

Saat sudah berada di jalan, menjaga fokus menjadi hal utama. Rasa lelah dan kantuk bisa datang kapan saja, sehingga perlu diantisipasi dengan kebiasaan yang tepat.

Baca Juga: Penumpukan Penumpang Sempat Terjadi, Terminal Pulo Gebang Kini Lengang Usai Bus Terlambat Datang

  • Istirahat setiap 2–3 jam meskipun belum mengantuk
  • Lakukan power nap 10–20 menit jika mulai merasa lelah
  • Bergantian menyetir dengan penumpang lain jika memungkinkan
  • Ajak teman perjalanan mengobrol ringan agar tetap terjaga
  • Putar musik secukupnya untuk menghindari rasa bosan
  • Atur suhu AC tetap sejuk dan nyaman
  • Lakukan stretching ringan saat berhenti di rest area

3. Tanda Harus Segera Menepi (Jangan Diabaikan!)

Salah satu kesalahan terbesar pengemudi adalah memaksakan diri tetap berkendara saat tubuh sudah memberi sinyal lelah. Padahal, mengenali tanda microsleep bisa menyelamatkan nyawa.

  • Mata terasa berat atau sering berkedip
  • Menguap terus-menerus
  • Sulit fokus atau mulai melamun
  • Tidak ingat beberapa kilometer terakhir
  • Kepala terasa berat atau sempat "tersentak"
  • Kendaraan mulai keluar jalur tanpa sadar

Jika mengalami tanda di atas, wajib menepi dan istirahat. Microsleep bisa terjadi dalam hitungan detik dan sangat berbahaya.

4. Strategi Khusus saat Puasa

Berkendara saat puasa membutuhkan strategi tambahan. Salah satunya adalah menghindari jam-jam rawan kantuk, seperti pukul 13.00–15.00 siang dan dini hari sekitar pukul 02.00–05.00.

Jika harus tetap berkendara di waktu tersebut, pastikan kondisi tubuh benar-benar fit. Kamu juga bisa memanfaatkan kafein secara bijak misalnya dengan minum kopi saat sahur atau setelah berbuka jika melanjutkan perjalanan malam.

Load More