- Puncak arus mudik terjadi di Terminal Pulo Gebang pada Rabu (18/3), di mana beberapa perempuan memilih melakukan perjalanan pulang kampung seorang diri.
- Dina dan Rani memilih mudik sendiri karena alasan tidak ada teman perjalanan atau untuk mendapatkan fleksibilitas waktu keberangkatan.
- Meskipun fasilitas terminal tersedia, pemudik perempuan solo ini menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan pribadi selama perjalanan dan saat berada di keramaian.
Suara.com - Puncak arus mudik mulai terasa di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, yang dipadati penumpang pada Rabu (18/3). Di tengah keramaian itu, ada sejumlah perempuan yang memilih pulang kampung seorang diri karena berbagai alasan.
Dina (27), karyawan swasta, mengaku memilih mudik sendiri ke Sidoarjo lantaran di Jakarta ia merantau seorang diri.
“Nggak ada yang bisa bareng, jadi ya sudah berangkat sendiri. Daripada nggak pulang sama sekali,” ujarnya.
Meski sudah beberapa kali melakukan perjalanan sendiri, Dina tetap merasa perlu meningkatkan kewaspadaan. Ia memilih duduk di area yang dekat dengan keluarga lain dan menghindari titik yang terlalu padat.
“Kalau ramai sih lebih aman, tapi tetap harus jaga diri. Apalagi bawa barang sendiri,” imbuhnya.
Hal serupa dialami Rani (32), yang mudik ke Surabaya. Ia memilih pulang sendiri karena ingin lebih fleksibel mengatur waktu keberangkatan.
“Kalau nunggu bareng, belum tentu cocok jadwalnya. Jadi mending sendiri, lebih cepat,” ujarnya.
Namun, di balik fleksibilitas itu, ada konsekuensi yang harus dihadapi. Rani mengaku lebih waspada saat berada di area yang padat atau sempit, terutama saat antre dan menuju bus.
Untuk menenangkan diri, Rani mengatakan ia biasa mengobrol dengan keluarganya melalui telepon. Ia juga rutin membagikan proses perjalanannya agar bisa turut dipantau keluarga dari jauh.
Baca Juga: Mobil Lubricants Apresiasi Mekanik dengan Fasilitas Mudik Gratis
"Aku kirim tiketnya, jadi mereka tahu jadwal berangkat dan sampenya kapan," imbuh Rani.
Dari sisi fasilitas, terminal dinilai cukup membantu, mulai dari papan informasi hingga keberadaan petugas. Namun, menurut keduanya, rasa aman tetap banyak bergantung pada kewaspadaan pribadi.
Di tengah lonjakan pemudik, pengalaman perempuan yang bepergian sendiri menunjukkan bahwa perjalanan mudik bukan hanya soal sampai ke tujuan, tetapi juga bagaimana memastikan diri tetap aman sepanjang perjalanan.
Baik Dina maupun Rani sama-sama berpandangan bahwa kesendirian bukan halangan bagi mereka untuk dapat berkumpul kembali dengan keluarga.
Berita Terkait
-
Mobil Lubricants Apresiasi Mekanik dengan Fasilitas Mudik Gratis
-
Jelang Puncak Mudik, Kendaraan Keluar Jabodetabek Naik 14 Persen
-
Tren Mudik Bersama 2026, Cara Efektif Kurangi Macet dan Kendaraan Pribadi
-
Kemenhub Catat 6,2 Juta Orang Mudik Naik Angkutan Umum Hingga H-4
-
Mudik Nyaman Bersama BUMN, PNM Fasilitasi Ratusan Peserta Mudik Tanpa Cemas Ongkos
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu