Lifestyle / Komunitas
Rabu, 18 Maret 2026 | 19:00 WIB
ilustrasi salat Id. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym]
Baca 10 detik
  • Salat Idulfitri adalah ibadah sunnah muakkadah dilaksanakan pagi hari pertama Syawal.
  • Waktu utama salat Idulfitri adalah setelah matahari terbit hingga mendekati waktu zawal.
  • Tata cara salat dua rakaat ini memiliki ciri khas takbir tambahan, dilanjutkan dengan dua khutbah oleh imam.

Suara.com - Salat Idulfitri adalah ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Salat ini dilaksanakan pada hari pertama Syawal sebagai bentuk syukur atas berhasilnya menjalankan puasa Ramadhan.

Rasulullah SAW selalu melaksanakannya dan menganjurkan umatnya untuk ikut serta, bahkan beliau keluar ke tanah lapang untuk menunaikannya bersama para sahabat.

Salat Idulfitri bukan hanya ritual, melainkan juga sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, karena dilaksanakan secara berjamaah dengan takbir yang menggema.

Hukumnya sunnah muakkad menurut mayoritas ulama, sehingga pahalanya besar jika dikerjakan dan dosa jika ditinggalkan tanpa uzur.

Waktu pelaksanaan salat Idulfitri dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zawal (sekitar pukul 07.00–11.00 pagi, disesuaikan dengan lokasi). Waktu paling utama adalah sekitar 15–20 menit setelah terbit matahari.

Jika seseorang tertinggal, masih boleh melaksanakan hingga zawal, tetapi tidak lagi disebut salat Id jika sudah lewat.

Di Indonesia, biasanya salat Idulfitri dimulai pukul 07.00–08.00 WIB tergantung daerah.

Tempat yang paling afdhal adalah lapangan terbuka atau mushalla. Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan salat Id di masjid kecuali karena hujan.

Namun, di zaman sekarang, karena keterbatasan lahan, banyak yang melaksanakannya di masjid besar. Yang penting, tempatnya luas agar bisa menampung jamaah banyak.

Baca Juga: Bacaan Niat dan Cara Sholat Idulfitri Makmum yang Benar, Lengkap dengan Sunnahnya

Sebelum berangkat salat, ada beberapa sunnah persiapan yang sangat dianjurkan.

Pertama, mandi besar (ghusl) seperti mandi Jumat.

Kedua, memakai pakaian terbaik, bersih, dan rapi. Laki-laki dianjurkan memakai parfum, sedangkan perempuan tetap menutup aurat dengan sempurna.

Ketiga, bagi laki-laki dan perempuan yang mampu, makan beberapa butir kurma sebelum berangkat (tiga, lima, atau tujuh butir) sesuai sunnah.

Keempat, bertakbir sepanjang perjalanan ke tempat salat.

Takbir Idulfitri dibaca: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.” Takbir ini terus dikumandangkan hingga imam memulai khutbah.

Tata cara salat Idulfitri terdiri dari dua rakaat dengan takbir tambahan yang menjadi ciri khasnya. Berikut langkah-langkahnya secara lengkap sesuai sunnah:

1. Niat

Niat diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram: “Usholli sunnatal ‘iidil fithri rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aala” (bagi laki-laki). Bagi perempuan ditambah “ma’muman” jika makmum.

2. Takbiratul Ihram

Mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan setinggi telinga, kemudian meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada.

3. Rakaat Pertama

Setelah takbiratul ihram, angkat tangan lagi dan bertakbir tambahan hingga total 7 kali takbir (termasuk ihram). Setiap takbir mengangkat tangan setinggi telinga.

Di antara takbir tidak ada bacaan khusus, boleh diam. Setelah 7 takbir selesai, baca ta’awwudz, Al-Fatihah, dan surat pendek (disunnahkan surat Qaf atau Al-A’la). Lalu ruku’, i’tidal, sujud dua kali seperti salat biasa.

4. Rakaat Kedua

Bangkit ke rakaat kedua sambil mengucapkan “Allahu Akbar”. Kemudian bertakbir tambahan hingga total 5 kali takbir (mengangkat tangan setiap kali).

Setelah itu baca ta’awwudz, Al-Fatihah, dan surat pendek (disunnahkan surat Al-Ghasyiyah). Lanjut ruku’, sujud, tahiyat akhir, dan salam.

Seluruh gerakan salat Idulfitri mengikuti imam. Bagi yang salat sendiri, cara sama persis. Suara imam dikeraskan pada bacaan Fatihah dan surat, sedangkan makmum mengikuti diam-diam.

Setelah salat selesai, imam menyampaikan dua khutbah Idulfitri. Khutbah pertama dimulai dengan takbir 9 kali, kemudian isi tentang taqwa, bersyukur, silaturahmi, dan zakat fitrah.

Khutbah kedua dimulai dengan takbir 7 kali. Jamaah dianjurkan mendengarkan khutbah dengan khusyuk dan tidak berbicara.

Setelah khutbah, umat Muslim saling bersalaman, meminta maaf, dan bertakbir di perjalanan pulang. Disunnahkan pula bersedekah dan berdoa bersama.

Melaksanakan salat Idulfitri dengan benar sesuai sunnah akan mendatangkan banyak keberkahan. Selain pahala, salat ini juga menjadi momen membersihkan hati dari dosa, memperkuat persaudaraan, dan memupuk rasa syukur.

Load More