Lifestyle / Komunitas
Rabu, 18 Maret 2026 | 19:07 WIB
Ilustrasi Pulau Bali. (Unsplash/Sebastian Pena)
Baca 10 detik
  • Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Bali bertepatan dengan malam takbiran Idulfitri pada Kamis, 19 Maret 2026.
  • Takbiran Idulfitri di Bali tetap dilaksanakan tetapi dilarang menggunakan pengeras suara dan dibatasi pukul 18.00 sampai 21.00 WITA.
  • Kesepakatan ini dicapai antara pemerintah dan tokoh masyarakat Bali.

Suara.com - Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Bali kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ini karena bertepatan dengan malam Hari Raya Idulfitri alias malam takbiran versi Muhammadiyah pada Kamis, 19 Maret 2026. Lantas gimana aturan takbiran malam Idulfitri di Bali?

Ibadah Nyepi sebelum-sebelumnya di Bali, selalu mengedepankan keheningan hingga larangan beraktivitas di luar ruangan. Bali sebagai provinsi dengan mayoritas umat Hindu, membuat ibadah di wilayah tersebut terasa khidmat.

Di sisi lain malam takbiran di Indonesia kerap diisi dengan lantunan takbir. Apalagi di berbagai daerah, malam takbiran juga diisi dengan pawai obor, keliling desa menabuh bedug hingga menyuarakan takbir lewat speaker musala dan masjid.

Namun karena ibadah nyepi dilakukan 24 jam, dan malam harinya sudah mulai berlangsung kegiatan malam takbir, maka umat islam di Bali tetap bisa mengumandangkan takbir Idulfitri.

Menag Nasaruddin Umar mengatakan takbiran di Bali tetap berjalan tapi dengan catatan, takbiran tersebut tanpa tanpa menggunakan pengeras suara (sound system) demi menghormati kesucian Nyepi.

“Alhamdulillah kami melaporkan kepada Bapak Presiden sudah ada persepakatan kami dengan pemerintah setempat dengan tokoh-tokoh masyarakat di Bali bahwa takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi. Cuma, syaratnya ya, Nyepi-nya berjalan tapi takbirnya juga berjalan, cuma tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya juga dari jam 6 sampai jam 9,” jelas Menag Nasaruddin Umar pada 18 Maret 2026.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) lewat unggahan di akun Instagram-nya (@kemenag_ri), juga mengatur mengenai takbiran malam Idulfitri 2026 saat Hari Raya Nyepi, dengan detail sebagai berikut:

  • Takbiran tetap dapat dilaksanakan di masjid atau musala terdekat.
  • Takbiran tidak menggunakan sound system, petasan, atau bunyi-bunyian lainnya.
  • Waktu pelaksanaan takbiran hanya pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.
  • Pengurus masjid, pecalang, linmas, dan aparat keamanan berkoordinasi menjaga ketertiban bersama.

Sekedar informasi, pemerintah belum menetapkan Hari Raya Idulfitri 2026 alias tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah dan masih harus melakukan sidang isbat.

Mengacu pada SKB 3 Menteri, hari libur nasional dalam rangka Idulfitri 1447 H ditetapkan pada Sabtu-Minggu, 21-22 Maret 2026.

Baca Juga: Pria Ini Imbau Umat Islam di Bali Takbiran di Rumah saat Nyepi, Langsung Diprotes

Pelaksanaan takbiran versi pemerintah dan Muhammadiyah bisa saja digelar berbeda, namun perlu menunggu kepastian melalui Sidang Isbat yang digelar pada Kamis, 19 Maret 2026.

Load More