Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 20 Maret 2026 | 04:42 WIB
Ilustrasi hubungan suami-istri (Freepik)

Suara.com - Hari Raya Idulfitri merupakan momen penuh kebahagiaan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan di bulan Ramadan. Pada hari yang suci ini, umat Muslim merayakan kemenangan dengan salat Id, bersilaturahmi, serta saling memaafkan.

Di tengah suasana Lebaran, suami istri juga tetap ingin bermesraan maksimal. Lantas apakah boleh berhubungan suami istri di Hari Raya Idulfitri? Untuk menjawabnya, perlu dipahami hukum Islam terkait hal tersebut.

Hukum Berhubungan Suami Istri di Idulfitri

Secara umum, berhubungan suami istri pada Hari Raya Idulfitri adalah halal dan diperbolehkan dalam Islam. Hal ini karena pada tanggal 1 Syawal, umat Islam sudah tidak lagi diwajibkan berpuasa seperti di bulan Ramadan.

Larangan berhubungan suami istri hanya berlaku saat siang hari di bulan Ramadan bagi orang yang sedang menjalankan puasa. Setelah Ramadan berakhir dan memasuki bulan Syawal, larangan tersebut tidak lagi berlaku. Dengan demikian, tidak ada dalil yang melarang hubungan suami istri pada siang maupun malam hari di Hari Raya Idulfitri.

Untuk memahami hal ini lebih jelas, penting membedakan antara kondisi di bulan Ramadan dan setelahnya. Selama Ramadan, umat Islam dilarang makan, minum, dan berhubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun, setelah memasuki malam Idulfitri atau 1 Syawal, seluruh larangan tersebut telah berakhir. Umat Islam diperbolehkan kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya dibatasi selama puasa. Karena itu, hubungan suami istri di Hari Raya Idulfitri tidak termasuk perbuatan yang dilarang.

Meskipun hukumnya boleh, Islam tetap mengajarkan adab dan etika dalam kehidupan rumah tangga, termasuk dalam hal hubungan suami istri. Pada Hari Raya Idulfitri, umat Islam dianjurkan untuk mengisi waktu dengan berbagai ibadah dan aktivitas positif, seperti melaksanakan salat Idulfitri, bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat, saling bermaafan, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Oleh karena itu, sebaiknya pasangan suami istri tetap memperhatikan waktu dan situasi agar tidak mengganggu aktivitas utama di hari raya.

Hari Raya Idulfitri merupakan momen yang sangat singkat dan penuh makna. Banyak orang memanfaatkan waktu ini untuk bertemu keluarga besar yang mungkin jarang ditemui di hari biasa. Karena itu, mengutamakan ibadah dan silaturahmi menjadi hal yang sangat dianjurkan.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Hubungan suami istri tetap boleh dilakukan, tetapi tidak seharusnya mengurangi kesempatan untuk menjalankan amalan utama di hari raya. Dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan ibadah sosial, suasana Lebaran dapat dinikmati dengan lebih bermakna.

Diperbolehkannya hubungan suami istri di Hari Raya Idulfitri menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan bagi umatnya. Setelah menjalani masa ibadah yang penuh disiplin di bulan Ramadan, umat Islam diberikan kelonggaran untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.

Hal ini juga menjadi bentuk rahmat dari Allah SWT agar umat Islam dapat menikmati kebahagiaan di hari raya tanpa beban larangan seperti saat berpuasa. Namun, kebebasan tersebut tetap harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak melanggar nilai-nilai kesopanan serta etika.

Jadi, berhubungan suami istri di Hari Raya Idulfitri diperbolehkan dan tidak dilarang dalam Islam, baik pada siang maupun malam hari.

Hal ini karena puasa Ramadan telah berakhir dan tidak ada lagi larangan seperti saat bulan puasa. Meskipun demikian, pasangan suami istri tetap dianjurkan untuk menjaga adab serta mengutamakan ibadah dan silaturahmi di hari yang penuh berkah ini.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More