News / Nasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Antara)
Baca 10 detik
  • Menteri Agama RI mengimbau umat Islam menjaga ketenangan, keamanan, dan kebersamaan selama Idul Fitri 1447 H.
  • Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret, berdasarkan Sidang Isbat.
  • Momentum Idul Fitri harus digunakan untuk mempererat ukhuwah serta menjaga stabilitas sosial di Indonesia.

Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjaga ketenangan dan kebersamaan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Imbauan tersebut disampaikan usai pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah melalui Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama.

Menag menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta stabilitas sosial selama momentum Lebaran. Ia mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang memperkuat persaudaraan.

“Kami mengimbau seluruh umat Islam Indonesia untuk senantiasa menjaga ketenangan, keamanan, ketertiban, dan kebersamaan selama masa Lebaran tahun ini,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, Idul Fitri harus dimaknai sebagai momentum mempererat ukhuwah dan memperkuat silaturahmi antar sesama.

“Jadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah, menyambut silaturahim, dan menjaga stabilitas sosial sebagai bentuk kontribusi kita dalam membangun Indonesia yang damai dan sejahtera,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Nasaruddin juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di Tanah Air.

“Sebagai Menteri Agama dan mewakili pemerintah, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3). Keputusan itu diambil karena dari pemantauan hilal di sejumlah daerah tidak ada yang telah memenuhi kriteria MABIMS, yaitu standar yang digunakan Indonesia bersama Brunei, Malaysia, dan Singapura.

Baca Juga: Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Dalam kriteria tersebut, hilal umumnya dinyatakan berpotensi terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Load More