-
Nutrive Benecol mengandung Plant Stanol Ester penghadang penyerapan kolesterol jahat.
-
Konsumsi dua botol rutin setiap hari segera setelah makan makanan berlemak.
-
Penderita intoleransi laktosa wajib waspada terhadap potensi efek samping diare.
Suara.com - Momen Lebaran memang identik dengan hidangan lezat mulai dari rendang, opor ayam, hingga deretan kue kering seperti nastar dan kastengel.
Namun di balik kelezatan makanan yang tersaji saat Lebaran, ada ancaman lonjakan metabolik yang mengintai, yakni naiknya kadar kolesterol secara drastis.
Banyak orang mulai merasa pusing atau leher kaku setelah puas menyantap makanan tinggi lemak.
Salah satu solusi praktis yang sering dicari adalah minuman penurun kolesterol seperti Nutrive Benecol.
Lantas, bagaimana cara kerja minuman ini dan apa saja efek sampingnya? Simak ulasannya berikut ini!
Apa Itu Minuman Benecol?
Nutrive Benecol adalah minuman yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE).
Zat ini merupakan nutrisi alami yang ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, kacang-kacangan, serta minyak sayuran.
PSE dalam minuman Benecol ini akan bekerja menghadang atau memblokir penyerapan kolesterol dari makanan di dalam sistem pencernaan.
Baca Juga: Terpopuler: Tips Bikin AC Mobil Tetap Dingin, Kapan Arus Balik 2026 Mulai?
Kolesterol yang seharusnya masuk ke aliran darah akan diserap oleh PSE dan dibuang melalui kotoran (feses).
Manfaat dan Aturan Pakai yang Benar
Berdasarkan informasi medis, kandungan PSE dalam minuman ini terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol jahat sebanyak 7-10% jika dikonsumsi secara rutin.
Namun, ada aturan mainnya agar hasilnya maksimal:
- Dosis Rutin: Dianjurkan minum 2 botol sehari.
- Waktu Terbaik: Minumlah langsung segera setelah makan.
- Durasi: Konsumsi secara rutin selama 2-3 minggu untuk melihat perubahan kadar kolesterol.
Menariknya, minuman ini juga mengandung 11 vitamin dan 5 mineral yang baik untuk daya tahan tubuh.
Bagi penderita diabetes, Benecol diklaim aman karena memiliki indeks glikemik yang rendah serta menggunakan pemanis sukralosa yang bebas kalori.
Berita Terkait
-
10 Jawaban Cerdas Pertanyaan Kapan Lulus Saat Lebaran, Santai Tanpa Canggung
-
Heboh Kafe Tagih Biaya Lebaran ke Pelanggan, Ini Klarifikasinya
-
Bank Libur Berapa Hari Selama Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BNI, BCA hingga Mandiri
-
5 Pantai Hidden Gems Jogja Dijamin Anti Macet Buat Lebaran 2026, Tiket Mulai Rp3 Ribuan Saja
-
Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan