Suara.com - Kopi Nako tengah jadi sorotan di media sosial setelah munculnya biaya tambahan pada struk pelanggan.
Hal ini mulai ramai dibahas usai unggahan dari akun Threads @rifaniiiii_di. Pemilik akun, Rifani, membagikan foto struk saat membeli makanan dan minuman di salah satu gerai Kopi Nako di kawasan Pondok Aren pada 18 Maret 2026.
Dalam Threadsnya, Rifani menunjukan tiga macam struk tagihan di Kopi Nako. Ia pun melihat ada sesuatu yang janggal di bawah subtotal harga pesanannya.
Rupanya kedai kopi tersebut menagih tambahan yang bertuliskan 'Lebaran subcharge.'
Nominal biaya tambahan 'lebaran' ini pun berbeda-beda di setiap struk. Ada yang ditagih hanya sekitar Rp 1.250 rupiah, Rp 8.700, sampai termahal ditagih Rp 36.400.
Melihat label tagihan tersebut, pemilik akun ini pun bingung.
Ia berkomentar, "Lebaran Subcharge itu apa sih kok tiba-tiba banget? Serius nanya, ini minta THR sama customer atau gimana ya? @kopinako.id."
Sontak saja, unggahan ini menarik perhatian banyak warganet. Beberapa merasa bingung dan kesal, sementara lainnya menekankan pentingnya keterbukaan soal biaya tambahan tersebut.
Seorang warganet menilai jika biaya tambahan diberlakukan saat musim liburan atau high season, pihak kedai sebaiknya memberi tahu melalui banner di cabang-cabang mereka.
Baca Juga: Profil Jeni Rahmadial Fitri, Finalis Puteri Indonesia Diduga Jadi Pelakor dan Dilabrak Istri Sah
Selain itu, ada pula warganet yang memperingatkan bahwa praktik tambahan biaya dadakan seperti ini bisa digugat berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang menjamin hak pelanggan untuk memperoleh informasi yang jelas dan transparan.
Klarifikasi Pihak Kopi Nako
Menanggapi gelombang protes warganet, pihak Kopi Nako menjelaskan melalui akun Threads resmi @kopinako.id, pada 19 Maret 2026, bahwa biaya tambahan 5% (sebelum PPN) berlaku sementara selama periode 14 Maret hingga 8 April 2026.
"Subcharge ini bersifat sementara dan diberlakukan sebagai penyesuaian atas kenaikan harga bahan baku selama high season," ujar pihak Kopi Nako.
Meskipun sudah memberikan klarifikasi, banyak warganet yang masih mempertanyakan kebijakan tambahan biaya lebaran tersebut.
Beberapa di antaranya mengkritik dasar hukum penerapan surcharge dan menganggapnya tidak etis.
"Surcharge 5% itu dasar hukumnya apa? Jangan begini caranya.. ini sama aja dengan pungli. Gak ada etika bisnis klo seperti ini," komentar warganet.
"Kenaikkan bahan baku bukan urusan konsumen, kalo mau naikkin aja harga kopi atau snacks nya, terus info deh. Bukan seenak jidat ngenain biaya tambahan. Jangan kalian bikin info kaya gini setelah viral di utas orang ya, untung ini ada yg sadar dan up," tulis warganet lain.
Kontributor : Anistya Yustika
Berita Terkait
-
Bank Libur Berapa Hari Selama Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BNI, BCA hingga Mandiri
-
5 Pantai Hidden Gems Jogja Dijamin Anti Macet Buat Lebaran 2026, Tiket Mulai Rp3 Ribuan Saja
-
Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola
-
Puasa Syawal Mulai Kapan? Ini Hukum Menggabungkannya dengan Qadha Ramadan
-
Jangan Asal Parkir, Ini 3 Ciri Rest Area Rawan Kejahatan Saat Mudik Lebaran 2026
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik
-
Toy Story 5: Saat Woody Menua dan Terancam Terlupakan oleh Gawai Bonnie