Suara.com - Banyak yang mengira sepatu sneakers bisa untuk lari, sehingga menggunakannya untuk dua fungsi sekaligus seperti hangout dan olahraga. Akan tetapi, apakah sneaker memang bisa untuk lari?
Sneakers menjadi salah satu jenis sepatu paling populer karena desainnya yang stylish dan nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas. Mulai dari ke kantor, nongkrong di kafe, hingga jalan santai, sneakers selalu jadi andalan.
Sekilas, sneakers dan sepatu lari memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama memiliki sol, tali sepatu, serta tampilan sporty.
Tak heran jika banyak orang, terutama yang baru mulai berolahraga menganggap keduanya bisa digunakan secara bergantian. Padahal, sneakers dan sepatu lari memiliki fungsi, struktur, dan tujuan penggunaan yang berbeda.
Perbedaan Sneakers dan Sepatu Lari
Perbedaan utama antara sneakers dan sepatu lari terletak pada desain dan teknologi yang digunakan. Sneakers umumnya dibuat untuk menunjang gaya dan aktivitas sehari-hari, sementara sepatu lari dirancang khusus untuk performa dan perlindungan saat berolahraga.
Sneakers biasanya tidak dilengkapi fitur teknis seperti shock absorption yang optimal, heel drop yang ideal, atau midsole yang mampu menopang gerakan berulang.
Struktur sneakers cenderung lebih sederhana karena fokus utamanya adalah kenyamanan ringan dan tampilan yang menarik.
Sebaliknya, sepatu lari memiliki teknologi khusus di berbagai bagian, seperti outsole, midsole, hingga upper. Semua komponen ini dirancang untuk membantu pelari menjaga stabilitas, meningkatkan performa, dan mengurangi risiko cedera.
Beberapa sepatu lari bahkan dilengkapi teknologi canggih seperti busa EVA, pelat karbon (carbon plate), dan desain outsole khusus untuk meningkatkan grip.
Baca Juga: 10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah
Secara sederhana, sneakers lebih cocok untuk kebutuhan gaya, sedangkan sepatu lari dibuat untuk kebutuhan performa. Sneakers ideal digunakan untuk aktivitas ringan seperti berjalan kaki, bekerja, atau hangout karena desainnya kasual dan fleksibel.
Di sisi lain, sepatu lari dirancang untuk menghadapi tekanan tinggi saat berlari. Perlu diketahui, setiap langkah saat berlari memberikan tekanan sekitar 2–3 kali berat badan pada kaki. Oleh karena itu, sepatu lari dibuat dengan struktur yang lebih responsif dan mampu meredam benturan secara optimal.
Apakah Sneakers Bisa untuk Lari?
Jawabannya bisa, tetapi tidak disarankan untuk jangka panjang atau intensitas tinggi. Sneakers masih bisa digunakan untuk lari ringan atau jogging santai dalam durasi singkat. Apalagi jika sneakers tersebut memiliki sol yang cukup empuk dan ringan. Namun, performanya tetap tidak akan sebaik sepatu lari yang memang dirancang khusus untuk aktivitas tersebut.
Jika kamu hanya sesekali berlari, misalnya di treadmill selama 10–15 menit, penggunaan sneakers mungkin masih cukup aman. Tetapi untuk lari rutin, jarak jauh, atau latihan intens, sneakers bukan pilihan yang ideal.
Menggunakan sneakers biasa untuk berlari dapat menimbulkan beberapa masalah pada tubuh, terutama jika dilakukan secara berulang. Hal ini disebabkan karena sneakers tidak dirancang untuk mengikuti gerakan alami kaki saat berlari.
Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
Berita Terkait
-
7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
-
5 Sepatu Sneakers Lokal Dengan desain Versatile, Cocok Dipakai Segala Acara
-
5 Rekomendasi Sepatu Lari di Bawah Rp300 Ribu, Murah tapi Berkualitas
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Specs untuk Pemula, Mulai Rp200 Ribuan
-
8 Sepatu Lari Diskon di Sports Station: Adidas, Skechers, hingga Reebok Banting Harga
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Hukum Menabung Emas Digital Menurut Islam Halal atau Haram? Ini Penjelasannya
-
5 Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak: Pori-Pori Tersamarkan, Makeup Awet Seharian
-
Beda Primer dan Setting Spray, Mana yang Wajib Dipakai agar Makeup Tahan Lama Seharian?
-
5 Alternatif Skin Tint untuk Pengganti Cushion, Wajah Glowing Seharian
-
Apa yang Harus Dilakukan jika Terkena Campak? Ini 8 Langkah Penting agar Tidak Menular
-
5 Bedak Tabur yang Bagus untuk Kulit Kering, Bye-Bye Makeup Pecah
-
Lebih dari Sekadar Olahraga: Alasan Sepeda Gunung Kini Jadi Gaya Hidup Favorit Masyarakat Indonesia
-
5 Bedak Tabur Lokal yang Bagus Anti Kilap Harga Terjangkau, Cocok Dipakai Sehari-hari
-
Tantangan Kreatif Buat Pelajar di Asia: Merancang Wahana Taman Hiburan Impian!
-
Intip 6 Produk Makeup Nagita Slavina di Momen Lebaran yang Bikin Tampil Glowing