Lifestyle / Food & Travel
Senin, 30 Maret 2026 | 12:54 WIB
Aldi Taher promosikan Aldi's Burger. [Instagram]

Suara.com - Beda dari yang Lain, 7 Trik Marketing Aldi Taher yang Bikin Aldis Burger Viral

Fenomena viral di media sosial sering kali tidak datang dari strategi marketing mahal atau kampanye besar. Salah satu contoh paling menarik dan terbaru adalah bisnis kuliner Aldi Taher melalui brand Aldi’s Burger.

Dalam waktu singkat, brand ini berhasil mencuri perhatian publik, bahkan menjadi perbincangan luas di platform seperti Threads, Instagram, hingga X (Twitter).

Hal yang membuatnya menarik bukan hanya karena produknya, tetapi karena trik marketing yang digunakan terbilang tidak biasa, bahkan cenderung absurd. Alih-alih menggunakan iklan berbayar atau influencer, Aldi Taher justru memanfaatkan kolom komentar sebagai “media promosi utama”.

Meski terlihat sederhana, bahkan dianggap spam oleh sebagian orang, strategi ini terbukti efektif. Artikel ini akan mengulas secara lengkap trik marketing Aldi Taher yang membuat Aldi’s Burger viral dan laris di pasaran.

1. Spam Komentar yang Berubah Jadi Strategi Viral

Aldi Taher. [Suara.com/Rena Pangesti]

Salah satu trik paling mencolok adalah penggunaan spam komentar di berbagai platform media sosial. Aldi Taher secara aktif meninggalkan komentar promosi di unggahan akun lain, termasuk akun selebritas dan postingan yang sedang viral.

Kalimat promosinya cenderung sama dan diulang-ulang, seperti menyebut Aldi’s Burger dengan deskripsi unik dan nama-nama populer dalam satu kalimat. Teknik ini disebut sebagai repetisi pesan dalam marketing.

Alih-alih dianggap mengganggu, komentar tersebut justru menarik perhatian karena keunikannya. Banyak pengguna media sosial akhirnya mengenali pola tersebut dan mulai mengingat brand-nya.

Baca Juga: Adik Aldi Taher Review Sang Kakak, Akui Sempat Malu hingga Ungkap Kerandoman sejak Kecil

Bahkan, strategi ini dinilai mampu membuat brand muncul secara organik di timeline ribuan pengguna tanpa biaya iklan sama sekali. 

2. Menggunakan Nama Artis untuk Menarik Perhatian

Trik lain yang cukup kontroversial adalah penggunaan nama-nama artis populer dalam kalimat promosi. Nama seperti Mahalini, Rizky Febian, hingga musisi lain sering dimasukkan dalam satu kalimat promosi burger.

Secara psikologis, ini adalah teknik “attention hijacking”, yaitu memanfaatkan sesuatu yang sudah dikenal publik untuk menarik perhatian lebih cepat.

Efeknya cukup signifikan. Orang yang melihat nama artis akan berhenti scrolling, membaca komentar, lalu menyadari bahwa itu adalah promosi burger.

Strategi ini juga memicu rasa penasaran sekaligus hiburan, karena format kalimatnya terasa random dan tidak biasa. Hal ini memperbesar peluang interaksi dari pengguna lain.

3. Hard Selling yang “Brutal” tapi Jujur

Aldi Taher punya cara unik memperkenalkan dan mendagangkan burgernya. [Instagram]

Jika kebanyakan brand menggunakan pendekatan soft selling, Aldi Taher justru melakukan hard selling secara terang-terangan. Ia langsung menawarkan produknya tanpa basa-basi, tanpa storytelling, bahkan tanpa struktur copywriting yang rapi.

Menariknya, pendekatan ini justru berhasil. Di tengah kejenuhan audiens terhadap iklan yang terlalu “rapi” dan formal, gaya yang apa adanya terasa lebih autentik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam era digital, kejujuran dan spontanitas bisa lebih efektif dibanding strategi marketing yang terlalu dipoles.

4. Membajak Traffic dari Konten Viral (Traffic Hijacking)

Salah satu strategi paling cerdas adalah memanfaatkan traffic dari akun lain. Alih-alih membangun audiens dari nol, Aldi Taher langsung masuk ke percakapan yang sudah ramai.

Ia meninggalkan komentar di postingan viral, akun selebritas, bahkan brand besar. Dengan begitu, ia “menumpang” perhatian yang sudah ada.

Dalam dunia digital marketing, teknik ini dikenal sebagai traffic hijacking. Dengan cara ini, Aldi Taher tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menarik audience, karena ia langsung masuk ke “keramaian” yang sudah terbentuk. 

5. Mengubah Promosi Jadi Meme (User Generated Content)

Keunikan lain dari strategi ini adalah kemampuannya berubah menjadi meme. Banyak netizen yang akhirnya ikut menirukan atau memodifikasi kalimat promosi Aldi’s Burger.

Ketika promosi sudah berubah menjadi meme, maka distribusinya menjadi sangat luas dan organik. Orang-orang menyebarkan konten tersebut tanpa merasa sedang mempromosikan produk.

Ini adalah bentuk user generated content (UGC) yang sangat kuat dalam marketing digital. Menurut analisis, pengulangan kalimat yang sama membuat brand recall meningkat dan akhirnya melekat di ingatan publik.

6. Konsistensi dan Frekuensi Tinggi

Satu hal yang tidak kalah penting adalah konsistensi. Aldi Taher tidak hanya melakukan promosi sekali atau dua kali, tetapi terus-menerus. Frekuensi tinggi ini membuat brand semakin sering muncul di timeline pengguna. Dalam ekonomi perhatian (attention economy), semakin sering sebuah brand terlihat, semakin besar peluang untuk diingat.

Strategi ini terbukti efektif karena banyak pengguna merasa “selalu melihat” Aldi’s Burger di berbagai platform.

7. Viral Berujung Penjualan Nyata

Strategi marketing yang sukses tidak hanya diukur dari viralitas, tetapi juga dari penjualan. Dalam kasus Aldi’s Burger, dampaknya nyata. Diketahui bahwa penjualan bisa mencapai ratusan porsi per hari, bahkan sempat membuat operasional kewalahan hingga harus membatasi pesanan.

Hal ini menunjukkan bahwa strategi viral tersebut tidak hanya menciptakan awareness, tetapi juga mendorong konversi.

Fenomena Aldi’s Burger membuktikan bahwa strategi marketing tidak selalu harus mahal atau kompleks. Dengan pendekatan yang sederhana, konsisten, dan berani berbeda, sebuah brand bisa mencuri perhatian publik secara luas.

Meski terlihat absurd, strategi yang digunakan sebenarnya sangat relevan dengan perilaku pengguna media sosial saat ini yang lebih menyukai konten ringan, menghibur, dan tidak terlalu formal.

Bagi pelaku bisnis, pelajaran penting dari fenomena ini adalah memahami audiens dan berani keluar dari pola marketing konvensional.

Dalam dunia digital yang penuh persaingan, perhatian adalah mata uang utama, dan Aldi Taher berhasil mendapatkannya dengan cara yang tidak biasa.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Load More