Lifestyle / Komunitas
Rabu, 01 April 2026 | 18:35 WIB
Sepatu Hoka di toko sepatu (Gemini Studios).

Suara.com - Sepatu lari yang berkualitas memang awet kendati dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Namun setinggi apa pun kualitas dari sepatu lari, pasti masing-masing punya "usia senja" yang menjadi waktu sang pelari harus ganti sepatu.

Ada beberapa tanda-tanda sepatu lari harus segera diganti, yakni seperti sinyal-sinyal sebagai berikut:

1. Sol luar tampak aus

Bagian bawah sepatu atau outsole berfungsi menyediakan traksi dan stabilitas saat berpijak.

Jika pola kembang pada karet mulai menipis, rata, atau bahkan hilang di titik-titik tertentu, maka daya cengkeram terhadap permukaan jalan akan berkurang drastis.

Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terpeleset, terutama saat berlari di medan basah.

2. Bantalan tak lagi terasa empuk

Setiap sepatu memiliki teknologi midsole untuk menyerap benturan.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka untuk Kaki Lebar, Nyaman dan Bebas Lecet

Seiring bertambahnya jarak tempuh, busa tersebut akan mengeras atau kehilangan elastisitasnya.

Apabila kaki mulai merasa lebih cepat lelah atau timbul nyeri pada persendian setelah berlari, itu pertanda bantalan sudah tidak mampu lagi memproteksi tubuh dari hantaman keras antara kaki dengan permukaan tanah.

3. Kerusakan pada bagian atas

Integritas bagian upper atau kain pembungkus kaki berperan menjaga posisi kaki tetap stabil.

Munculnya lubang, robekan, atau tumit yang terasa longgar menandakan struktur sepatu sudah melemah.

Jika bentuk sepatu tampak miring saat diletakkan di permukaan datar, maka fungsi penyangga sudah hilang sepenuhnya dan berpotensi mengubah postur lari menjadi tidak alami.

Load More