Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 03 April 2026 | 10:27 WIB
Ilustrasi paskah 2026 (Pixabay/Geralt)

Umat beriman didorong untuk merenungkan bacaan-bacaan Injil yang dipilih dengan menyanyikan mazmur tanggapan, diikuti dengan jeda hening, kemudian dengan doa selebran.

Liturgi Pembaptisan

Rangkaian berikutnya dari Vigili Paskah adalah pembaptisan. Meskipun tidak ada calon baptis, pemberkatan air baptis harus dilakukan di Gereja Paroki.

Baptisan harus dilakukan dengan pemberkatan air yang dimaksudkan untuk dipercikkan kepada orang-orang.

Jika ada prosesi ke tempat pembaptisan, para katekumen dipanggil maju dan dipersembahkan oleh wali baptis mereka. Jika ada anak, mereka digendong oleh orang tua dan wali baptisnya ke depan majelis.

Mereka yang akan dibaptis, bersama dengan wali baptisnya, pertama-tama dipimpin oleh seorang pendeta dengan lilin Paskah; menteri lain, diaken dan imam mengikuti setelah mereka. Prosesi ini diiringi dengan nyanyian Litani Para Kudus.

Liturgi Ekaristi

Pada rangkaian terakhir yakni perayaan Ekaristis, liturgi ini tidak dilakukan dengan tergesa-gesa dan semua ritus dan kata-kata harus diberikan dengan kekuatan penuh.

Rangkaian ibadah ini dilakukan dengan mengucapkan doa-doa khusus yang disebut Doa Syukur Agung. Seluruh jemaat gereja bergabung di meja pengorbanan yang diyakini diciptakan Kristus melalui kematian dan Kebangkitan-Nya.

Baca Juga: Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Mulai dari Makna hingga Tradisinya

Mengapa Dirayakan pada Malam Hari?

Vigili Paskah dirayakan pada malam hari (Sabtu Suci setelah matahari terbenam) karena melambangkan berjaga-jaga menantikan kebangkitan Kristus, peralihan dari kegelapan (dosa/kematian) menuju terang (kebangkitan), serta mengikuti tradisi Yahudi di mana hari baru dimulai saat matahari terbenam. Ini adalah perayaan utama kemenangan Kristus atas maut.

 Berikut makna utama mengapa Vigili Paskah dirayakan pada malam hari:

  • Berjaga-jaga (Vigilare): Berasal dari bahasa Latin yang artinya "berjaga-jaga". Umat berkumpul menantikan kebangkitan Tuhan dengan pelita menyala, seperti para murid menanti fajar.
  • Simbol Terang Dunia: Ibadah dimulai dalam keadaan gelap total, kemudian dinyalakan Lilin Paskah yang melambangkan Kristus sebagai terang yang mengalahkan kegelapan dosa dan maut.
  • Tradisi Alkitabiah: Mengikuti konsep Kejadian 1:5, "Jadilah petang dan jadilah pagi," sehingga perayaan malam adalah awal dari hari raya kebangkitan.
  • "Induk Semua Tirakatan": St. Agustinus menyebutnya malam yang paling sakral untuk menantikan kebangkitan, yang secara historis dilakukan di malam hari hingga dini hari. 

Kontributor : Rizky Melinda

Load More