Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 11 April 2026 | 18:05 WIB
Ilustrasi industri furniture. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Nilai pasar furnitur global melampaui USD 700 miliar pada tahun 2025 seiring meningkatnya permintaan desain inovatif berkelanjutan.
  • Pelaku industri desain Indonesia akan berpartisipasi dalam pameran Salone del Mobile Milano 2026 di Italia pada April.
  • Langkah strategis tersebut bertujuan memperluas akses pasar ekspor sekaligus memperkuat citra desain nasional di tingkat internasional.

Suara.com - Industri furnitur global terus menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring perubahan tren konsumen yang kini mengutamakan keberlanjutan dan nilai estetika.

Nilai pasar furnitur dunia bahkan dilaporkan telah melampaui USD 700 miliar pada 2025, dengan fokus pada desain inovatif dan storytelling budaya.

Di dalam negeri, sektor ekonomi kreatif Indonesia juga mencatat kinerja positif.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaporkan kontribusi sektor ini telah menembus lebih dari Rp1.300 triliun terhadap PDB nasional, dengan subsektor kriya dan desain produk sebagai penyumbang utama.

Namun, tantangan utama masih terletak pada akses pasar global dan penguatan citra desain Indonesia di tingkat internasional.

Untuk menjawab hal tersebut, pelaku industri desain nasional bersiap tampil di ajang furnitur terbesar dunia, Salone del Mobile Milano 2026 yang digelar pada 21–26 April di Milan, Italia.

Partisipasi Indonesia dalam pameran ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan eksposur sekaligus membuka peluang bisnis.

Indonesia membawa ekosistem desain terintegrasi yang mencakup desainer, brand, hingga manufaktur dalam satu panggung global.

CEO Indonesia Design District (IDD) PIK2, Ipeng Widjojo, menegaskan bahwa keikutsertaan ini tidak sekadar pameran karya.

Baca Juga: Bangkit dari Cedera, Denzel Dumfries Tegaskan Loyalitas bersama Inter Milan

“Objektif dari kerja sama ini adalah membawa para exhibitors ke sana dan mengharapkan hasil-hasil mereka betul-betul mendapatkan potential business yang kita harapkan,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan, skala pameran di Milan sangat besar dengan luas mencapai sekitar 200 ribu meter persegi. “Kalau ingin melihat seluruh stall-nya mungkin perlu waktu sampai seminggu,” katanya.

Menurut Ipeng, Milan hanya memiliki dua agenda pameran global utama setiap tahun, yakni furnitur dan fashion.

Hal ini mempertegas posisi kota tersebut sebagai salah satu pusat industri desain dunia.

Lebih jauh, partisipasi ini juga diharapkan mampu mengubah persepsi global terhadap Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya negara penghasil raw materials,” jelasnya.

Load More